Kisah Pilu Ria, Tak Mampu Bayar Biaya Operasi, sudah Sepekan Peluru Senapan Angin Bersarang di Lehernya
BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID – Nasib malang dialami Dewi Ria Ningsih (15) Warga Jalan Melati, Gang Jawa II, RT 14, Desa Air Duren, Kecamatan Pemali.
Bocah SMP ini tak sengaja tertembak peluru senapan angin. Ketika itu. kakaknya sedang membersihkan senapan untuk berburu pada pekan lalu.
Ria sempat dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan medis.
Namun karena tidak memiliki BPJS Kesehatan, biaya operasi yang membutuhkan anggaran yang besar, Ria pun dibawa pulang keluarganya lantaran tak sanggup membayar biaya pengobatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dr. Then Suyanti kepada timelines.id Kamis (11/5/2023) mengatakan biaya pengobatan Dewi dapat dibantu dengan fasilitas Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Dia menyarankan agar Dewi segera dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Depati Bahrin Sungailiat untuk dilakukan penanganan medis.
“Untuk warga tidak mampu dapat dibantu dengan menggunakan SKTM. Dan segera dibawa ke UGD untuk dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu agar jelas petunjuk medisnya,” kata dr. Then Suyanti saat dihubungi via kontak WhatsApp, Kamis (11/5/2023).
Hanya saja, dr. Then mengatakan SKTM hanya bisa digunakan untuk masyarakat yang tidak mampu di ruang lingkup Kabupaten Bangka dan tidak bisa jadikan jaminan rujukan untuk pelayanan medis di luar Bangka Belitung.
Sementara Kades Air Duren, Syaiful Ahyar saat dihubungi mengatakan Pemdes sudah melakukan pendampingan dan membuat selembar SKTM untuk administrasi biaya pengobatan warganya yang memang dalam kategori tak mampu.
Dari hasil pemeriksaan, Ria harus menjalani operasi untuk mengeluarkan peluru senapang angin yang bersarang di lehernya.
Namun menurut Syaiful Akhyar, saat itu pihak keluarga pasien hanya meminta keringanan biaya pengobatan dengan nilai Rp10- Rp50 juta.
“Sudah dibuatkan SKTM pada awal dibawa ke rumah sakit. Saat itu katanya harus dioperasi dan biaya yang lumayan. Tapi keluarga masih tidak sanggup. Akhirnya anak ini dibawa pulang kembali oleh keluarganya,” cerita Syaiful Ahyar.
Informasi lainnya, Kata Syaiful Ahyar, Ria pun harus dirujuk ke sebuah rumah sakit di Jakarta untuk mengeluarkan 1 butir peluru tersebut.
Sebagai Kades, dia berharap mendapat keringanan biaya pengobatan untuk warganya ini.
Terlebih lagi, ayah Ria, Hardi (53) saat ini pun dalam kondisi sakit dan tidak melakukan pengobatan medis.
“Katanya kemarin harus dirujuk ke Jakarta. Semoga ada solusi untuk warga kami. Kami siap mendampingi untuk prosedur pengobatan Ria. Tapi mudah mudahan operasi pun bisa dilakukan di Bangka,” harap Syaiful.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.