Kisah Pilu Ria, Tak Mampu Bayar Biaya Operasi, sudah Sepekan Peluru Senapan Angin Bersarang di Lehernya
Direktur RSUD Depati Bahri, dr. Yogi Yamani sekaligus dokter spesialis bedah saat dikonfirmasi mengatakan Ria merupakan pasien yang ia tangani beberapa waktu lalu saat dibawa ke RSUD Depati Bahrin.
Menurut dr. Yogi kondisi pasien luka tembusan peluru di bagian rongga thorax sehingga ia menyarankan untuk diambil (operasi).
Hanya saja, fasilitas dan Sumber Daya Manusia harus benar benar kompeten untuk melakukan pembukaan rongga dada.
Kata dr. Yogi fasilitas dan SDM di Bangka Belitung belum tersedia.
Sehingga ia menyarankan untuk dilakukan rujukan di Rumah Sakit wilayah Palembang atau Jakarta.
Namun mengingat pasien belum memiliki BPJS Kesehatan, dr. Yogi menyarankan dibuatkan BPJS terlebih dahulu karena pada saat ke RSUD kemarin, pasien ini menggunakan SKTM dan fasilitas ini tidak dapat digunakan untuk wilayah ke luar Babel.
“Karena posisi peluru ada di rongga thorax kami sarankan untuk diambil tapi fasilitas dan SDM- nya mesti yang benar – benar kompeten di bidang ini untuk buka rongga dada tersebut dan di Babel belum ada. Makanya kemarin mau saya rujuk ke Palembang atau Jakarta. Tapi sebaiknya diurus dulu BPJSnya. Dulu karena pakai SKTM dak bisa keluar Babel,” kata dr. Yogi.
Menurutnya, pihak RSUD sudah berkoordinasi dengan SKTM level Provinsi Bangka Belitung namun Dinkes Provinsi untuk biaya pelayanan mengatakan tidak bisa digunakan SKTM untuk rujukan.
“SKTM provinsi juga sudah saya tanyakan kemarin ke Dinkes Provinsi untuk biaya pelayanan. Tapi gak bisa paling untuk penampung saja kata mereka”,lanjutnya.
Lilis, Tetangga Ria, yang dapat dihubungi mengatakan saat ini kondisi Ria sekilas nampak baik – baik saja.
Tak ada rasa nyeri atau sakit yang ia rasakan.
Namun dikhawatirkan efek peluru yang tidak dikeluarkan tersebut dapat berakibat di suatu hari nanti. Sehingga apabila memiliki biaya untuk berangkat ke rumah sakit di Jakarta, hal ini akan tetap dilakukan pihak keluarga untuk kebaikan bocah kelas 3 SMP ini.
“Anaknya ada dirumah. Katanya sih gak ada rasa sakit atau nyeri. Seperti baik baik saja. Tapi alangkah bagusnya kalau ada dana tetap diambil pelurunya. Biar tidak berakibat di kemudian hari,” katanya.
Hanya saja Lilis pun bingung ketika biaya untuk kebutuhan rujukan dan BPJS sudah dibuatkan, siapa yang akan mendampingi Ria untuk berangkat ke Jakarta menjalani pengobatan.
“Itu kita bingung. Siapa nanti yang akan bawa Ria ke Jakarta. Mana bapaknya juga sekarang sakit luka infeksi di bagian kakinya,” tanyanya bingung.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.