BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID – Kawasan lapangan terbuka di Jalan Kim Jung, Desa Puput, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dipadati ratusan orang masyarakat pada Jumat (12/5/2023) siang.

Usut punya usut, berkumpulnya ratusan masyarakat berprofesi petani dan penambang tersebut untuk melakukan orasi buntut adanya oknum wartawan yang melakukan pengancaman dan aksi pemerasan. Modusnya jika tidak diberikan uang akan membuat berita.

Hal ini lantas menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Salah satu peserta orasi, Arif mengaku sempat menjadi korban yang dilakukan oknum wartawan.

Ia sempat dimintai sejumlah uang usai membuka kebun alpokat di kawasan hutan.

“Jadi ceritanya kita berkebun di hutan kawasan. Sebagai masyarakat awam tidak tahu kalau di hutan itu tidak boleh membuka perkebunan,” ujar warga Bukit Linang, Desa Puput yang kesehariannya berprofesi sebagai petani tersebut.

Baca Juga  Baliho dan Spanduk Bacaleg Menjamur di Kota Mentok, Ini Tanggapan Bawaslu Babar

“Sebelum hutan itu sudah ada izinnya, oknum ini datang ke lokasi dan foto-foto dan minta sejumlah uang. Kebun saya ini juga sempat diberitakan juga,” tambah Arif.

Arif juga menyayangkan profesi sebagai jurnalis disalahgunakan.

Dia juga berharap setelah orasi ini tidak ada lagi oknum wartawan yang seperti itu. Sampai-sampai memeras petani seperti mereka ini.