“Saya harap ke depannya untuk wartawan jangan sampai seperti itu lah, kami petani kecil dan tidak seberapa. Kami menghargai profesi jurnalis dengan tingkah seperti itu mereka menciderai, ke depan berubahlah,” ungkapnya.

Sementara itu, Rudi Fitrianto pimpinan orasi menyebutkan kegiatan yang dilakukan merupakan rapat akbar dari panggung orasi rakyat.

Artinya di sinilah menunjukkan ekspresi masyarakat atas kegelisahan yang terjadi.

“Kami mengakomodir keresahan itu melalui LSM Laskar Bangka Barat, Forum Kibar Pemuda Merah Putih dan Astrada serta masyarakat. Tadi sudah disampaikan oleh perwakilan PWI Babel, masyarakat tidak perlu takut dan khawatir terkait aksi yang dilakukan oknum yang mengatas namakan wartawan itu,” kata Rudi Fitrianto.

Baca Juga  Diduga Jadi Bandar Togel, Seorang Pria di Sungailiat Diamankan Tim Kelambit

Lanjut Rudi, dengan tingkah laku yang dilakukan oknum wartawan ini sangat disayangkan telah menciderai atau mencoreng profesi sebagai jurnalis yang betul-betul profesional menjalankan tugasnya.

“Kami tidak anti wartawan kami mendukung kebebasan Pers. Tapi masyarakat juga sebagai fungsi kontrol. Mereka datang secara masif dan menakut-nakuti dengan pemberitaan serta memeras masyarakat,” ungkapnya.

Dalam pernyataan sikap yang dibuat dalam aksi dilakukan ini, lanjutnya, mereka akan mengumpulkan semua data dan fakta yang terjadi di lapangan dan dilakukan oleh oknum wartawan ini.

“Kami akan sampaikan semua data dan fakta yang dilakukan oknum wartawan bodrek atau tidak jelas ke dewan Pers dan kepolisian. Fenomena ini sudah berlangsung lama, tidak ada penyelesaian dan seperti apa langkah harus dilakukan,” tutupnya.

Baca Juga  Ratusan Penari akan Meriahkan Pembukaan Porprov VI Babel, Rukiman: Persiapannya Sudah 80 Persen