5. Terhindar dari penyakit kronis

Bukan cuma itu, rutin makan pagi pun dapat mengurangi risiko overweight atau obesitas pada anak.

Pasalnya, anak yang tidak sarapan lebih mungkin untuk mengganti makan paginya dengan camilan tinggi lemak, gula, dan garam sehingga berat badannya menjadi tidak terkontrol.

Adapun hal-hal tersebut meningkatkan risiko anak terkena berbagai penyakit kronis, seperti diabetes pada anak, hingga penyakit kardiovaskular.

Sebaliknya, anak yang rutin makan pagi justru lebih mungkin terhindar dari berbagai penyakit tersebut.

6. Menjaga kesehatan mental anak

Tak hanya secara fisik, manfaat sarapan pagi juga bisa meningkatkan kesehatan mental anak.

Paslanya, anak yang memiliki cukup energi untuk beraktivitas dan tak menemui kesulitan dalam belajar cenderung mempunyai suasana hati yang baik.

Baca Juga  Tips Makan Sehat Saat Lebaran, Yuk Jaga Tetap Jaga Kesehatan

Ia pun lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami frustrasi atau stres.

7. Terhindar dari perilaku buruk

Anak yang sarapan juga cenderung tidak mengalami masalah perilaku dan disiplin ketika di sekolah.

Food Research & Action Center menyebut, anak remaja yang mengalami kelaparan lebih mungkin untuk diskors dari sekolah dan mengalami kesulitan bergaul dengan teman-temannya.

Sebaliknya, anak yang rutin makan pagi menunjukkan penurunan masalah perilaku dan memiliki tingkat ketidakhadiran dan keterlambatan yang lebih rendah.

Seperti apa menu sarapan yang baik untuk anak?

Untuk meraup manfaat sarapan pagi dengan maksimal, perhatikan menu makanan yang Anda sajikan untuk si kecil.

Pastikan makanannya mengandung gizi lengkap yang baik untuk tumbuh kembang anak.

Baca Juga  Penyebab dan Cara Mengatasi Rambut Rontok Secara Alami

Idealnya, menu sarapan terdiri dari berbagai komponen nutrisi untuk anak, yaitu karbohidrat, protein, serat, lemak, serta ragam vitamin dan mineral.

Namun terkadang, pagi Anda seringkali terlalu repot untuk menyiapkan ragam makanan yang mengandung nutrisi-nutrisi tersebut.

Jika ini kendalanya, Anda bisa menyiapkan sarapan yang lebih simpel, tetap tetap bernutrisi. Paling tidak, Anda bisa menyediakan makanan mengandung karbohidrat sebagai penambah energi anak Anda.

Selipkan pula protein dan lemak dalam menu tersebut untuk memberikan rasa kenyang dan berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, misalnya sereal dan produk susu atau roti dan telur.

Anda juga bisa menambahkan buah-buahan atau kacang-kacangan pada menu tersebut.

Jangan lupa untuk memberikan sumber protein untuk anak yang berbeda-beda, seperti ikan, daging, ayam, tahu, atau tempe secara bergantian.(***)

Baca Juga  5 Fakta Sehat tentang Kacang Kedelai, Bisa Jadi Pengganti Daging Merah