Di antara ruas tulang belakang di punggung Anda, ada cakram kecil fleksibel yang bertindak seperti bantalan pelindung.

Cakram ini sebenarnya adalah kantung berisi cairan. Mereka dapat menyusut seiring bertambahnya usia, terutama jika Anda tidak banyak menjalani aktivitas bergerak.

Duduk untuk waktu yang lama benar-benar dapat menambah tekanan pada cakram ini dari waktu ke waktu. Namun, lari secara rutin dapat mempertahankan ukuran dan fleksibilitas cakram ini.

Satu studi dari Scientific reports (2017) yang menemukan bahwa pelari yang biasa berlari dengan kecepatan 2 meter per detik memiliki kondisi cakram yang lebih baik dan kadar glikosaminoglikan (sejenis pelumas) yang lebih tinggi di cakram punggung mereka.

6. Menurunkan risiko kanker

Riset dari British Journal of Sports Medicine (2020) menyimpulkan bahwa orang yang rutin berlari setidaknya seminggu sekali memiliki risiko lebih rendah 23% dari kematian akibat kanker.

Baca Juga  5 Sikap yang Membuat Anak Tidak Percaya Diri, Jangan Terlalu Over Protektif

Jika Anda ingin mendapatkan manfaat lari pagi untuk menurunkan risiko kanker, riset menyarankan agar berlari selama 50 menit setiap minggu.

Latihan ini dapat Anda lakukan dalam satu hari atau terbagi ke dalam sejumlah latihan aerobik dengan durasi pendek tiap minggunya.

Penelitian lain memaparkan bahwa pelari wanita mempunyai risiko lebih rendah mengalami kanker payudara jika melakukan lari secara rutin dengan intensitas yang memadai.

7. Meringankan depresi

Telah lama olahraga diketahui bisa membantu mengatasi gejala depresi, tetapi baru sekarang ini ilmu pengetahuan bisa menjelaskan caranya.

Peningkatan kadar kortisol dalam tubuh dikaitkan dengan munculnya gejala depresi. Kortisol adalah hormon yang dilepaskan tubuh saat Anda mengalami stres.

Sebuah ulasan dari Molecular neuropsychiatry (2019) memeriksa kadar kortisol pada orang yang berolahraga secara konsisten selama 12 minggu.

Baca Juga  Tim Basket Jerman Cetak Sejarah Juara FIBA World Cup 2023

Penelitian ini menemukan mereka yang rutin berolahraga mengalami penurunan kadar kortisol sepanjang hari.

Nah, rutin lari pada pagi hari bisa membantu mengurangi kecemasan dan stres selama seharian. Hal ini tentunya meningkatkan suasana hati sekaligus membantu Anda lebih produktif dalam bekerja.

8. Mencegah dampak negatif stres

Rutin lari pagi dapat melindungi otak dari efek berbahaya stres. Studi dari Psychonomic bulletin & review (2013) menemukan bahwa latihan aerobik, seperti lari pagi atau joging, berpotensi meningkatkan fungsi otak.

Aktivitas fisik ini juga mampu melindungi otak dari penurunan fungsionalnya karena penuaan dan stres.

Bahkan studi in vivo atau pada hewan dari Neurobiology of learning and memory (2018) menemukan bahwa tikus yang terpapar stres dan secara teratur berlari di atas roda memiliki kinerja lebih baik.

Baca Juga  Hati-hati Bunda Ini 6 Bahaya Mencium Bayi Sembarangan

Tikus-tikus ini membuat kesalahan lebih sedikit saat menyusuri labirin, menunjukan daya ingat yang tinggi, dan mahir menavigasi arah.

9. Memperpanjang umur

Gaya hidup yang tidak aktif, baik terlalu sering bermain video game maupun bekerja di meja kerja, dapat meningkatkan risiko kematian dini.

Namun, tahukah Anda? Lari dengan kecepatan lambat meski hanya beberapa kali dalam seminggu dapat meningkatkan harapan hidup.

Dalam studi Journal of the American College of Cardiology (2015), peneliti mengikuti sekelompok pelari dari tahun 2001 hingga 2013.

Kelompok yang memiliki catatan umur panjang terbaik adalah kelompok yang berlari dengan kecepatan “ringan” selama 1 – 2,4 jam, 2 – 3 hari per minggu. Meski demikian, studi ini masih memiliki beberapa kekurangan.
(***)