Dan sesuai juga dengan peranannya sebagai agent of change, social control dan iron stock.

Mahasiswa di Provinsi Bangka Belitung tidak sedikit yang sudah mengenal dan memahami cara kerja dari Artificial Intelligence (AI).

bahkan tidak sedikit juga mahasiwa di Indonesia yang memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut dalam membantu menyelesaikan tugas-tugas perkuliahannya seperti membuat makalah, membuat video pembelajaran, menganalisis jurnal, dan masih banyak lagi tugas-tugas lainnya yang dipermudahkan dengan hadirnya Artificial Intelligence (AI).

Tentu dengan kehadiran kemajuan teknologi yaitu Artificial Intelligence (AI) terdapat dampak positif dan negatifnya terhadap mahasiwa.

Dampak positif dengan adanya Artificial Intelligence (AI) adalah :

1. Memiliki ketepatan dan  keakuratan dalam mengerjakan tugasnya.

Baca Juga  Nekat Kabur Dari Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Seorang Narapida Kasus Pencurian Kembali ke Hotel Prodeo

2. Menggantikan tugas manusia yang berulang-ulang dan bersifat rutinitas.

3. Bisa digunakan kapan saja dan dalam jangka waktu yang panjang.

4. Lebih murah dibandingkan harus mendatangkan ahli yang memiliki keterbatasan dalam waktu dan kompleksitas pekerjaan.

5. Bisa mengerjakan pekerjaan dengan lebih cepat dan lebih baik

Dampak negatif dengan adanya Artificial Intelligence (AI) adalah :

1. Membuat  mahasiswa menjadi jauh lebih malas dibandingkan sebelumnya dikarenakan fitur-fitur yang ditawarkan sangat memudahkan mahasiswa dalam  menyelesaikan pekerjaan kuliahnya.

2. Artificial Intelligence (AI) tidak memiliki Common Sense, AI mampu belajar dan bekerja sendiri layaknya manusia, tetapi AI tidak dapat memahami tujuan dari informasi itu dibuat. Karena pemahaman menyeluruh hanya bisa dimiliki oleh manusia.

Baca Juga  Limitasi Kewenangan Bawaslu dalam Penanganan Pelanggaran pasca Penetapan Hasil Pemilu (1)

3. Artificial Intelligence (AI) masih tertinggal untuk pemrosesan informasi yang bersifat vertical dan membutuhkan sence yang kompleks.

Artificial Intelligence (AI), bagi mahasiswa di Provinsi Bangka Belitung sendiri memberikan dampak yang belum terlalu besar dikarenakan masih banyak mahasiswa yang belum menyadari dan belum menggunakan kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Beberapa mahasiswa di Provinsi Bangka Belitung sudah mengetahui akan kecanggihan Artificial Intelligence (AI) dan menggunakan AI sebagai alat untuk membantu menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan, namun itu semua tidak sesuai dengan anggapan masyarakat.

Mahasiswa  sebagai  salah  satu  aktor  perubahan elemen  sosial  harus  mampu  memiliki kesadaran akan  nilai-nilai tersebut, kegiatan ini di tujukan untuk menumbuhkan jiwa dan karakter yang  siap  tumbuh  dan  berpartisipasi langsung  dalam  kehidupan  bermasyarakat,  hal  tersebut  dimaksud  untuk  menunjukan  bagaimana  peran mahasiswa  di  lingkungan  sosial  masyarakat,  karena  dalam  hal ini  secara  tidak  langsung  masyarakat  memiliki penilaian  yang  lebih  terhadap  mahasiswa,  karena  dianggap sebagai manusia yang memiliki intelektual, norma dan nilai yang  lebih tinggi derajatnya.

Baca Juga  Pimpin Rapim, Pj Gubernur Suganda Bahas Soal Tambang Timah di Bangka Belitung

Setefanny, Mahasiswi Prodi Ekonomi Universitas Bangka Belitung