Menutupi kepala dengan baju bagian belakang tanpa membuka baju keseluruhan.

Perilaku ini akan memberi contoh bagi monyet untuk turun mendekati ume sehingga bisa dipastikan monyet akan merusak tanaman padi yang berakibat bisa gagal ngetam.

4. Nebang kayu di pinggir ume kelak binatang buas

Membiarkan kayu-kayu di pinggir ume tidak ditebang membuat kawanan monyet menjadi sedikit lebih mudah mencari makanan.

Kayu-kayu hutan dengan buah dan pucuk-pucuknya bisa menjadi makanan monyet. Jika kayu-kayu dekat ume ditebang secara otomatis kawanan mereka akan turun ke ume merusak tanaman padi.

5. Membawa lapun kijang di ume kelak daun padi kene

Lapun adalah alat tangkap tradisional untuk menjerat kijang, rusa, pelanduk, napo bahkan babi hutan. Lapun terbuat dari rotan atau baja.

Baca Juga  Bermain, Bertumbuh, dan Dicintai

Sering kali, lapun terkena darah hewan buruan. Jika lapun dibawa melewati ume atau dibawa ke ume maka daun-daun padi akan menimbulkan bercak-bercak merah seperti darah.

Lama-kelamaan padi akan sakit dan berakibat gagal panen.

6. Ngirik padi harus hati-hati, jangan kuat-kuat!

Padi dipercayai memiliki dewi yaitu dewi sri. Dewi Sri berdiam di bulir-bulir padi. Dewi Sri berkontribusi membuat padi bernas dan layak dikonsumsi manusia.

Kegiatan ngirik padi yaitu memisahkan bulir-bulir padi dengan tangkainya. Ngirik padi dilakukan dengan cara tangkai padi yang masih ada bulir padinya diletakkan dipunggung salah satu kaki dan kaki yang lainnya memutar-mutar atau memilin supaya bulir padi terlepas dari tangkainya.

Baca Juga  Rimbak, Lebak, Rebak, Kubak, Bebak, Kelekak (Bagian 4)

Kegiatan ngirik padi harus dilakukan dengan hati-hati, tidak boleh loncat-loncat. Jika ini dilakukan maka semangat padi yaitu dewi sri akan hilang yang menyebabkan padi menjadi ringan atau kopong. (Habis)

Meilanto, Pengajar SDN 13 Koba, Penulis dan Budayawan Bangka Tengah