Yoga menggabungkan gerakan tubuh yang membangun kelenturan, kekuatan, dan keseimbangan. Hal ini karena yoga adalah salah satu olahraga yang dapat membantu mengelola stres.

Diabetesi juga bisa melakukan latihan yoga kapan pun sesuai dengan kondisi kesehatannya, dan tetap mengikuti arahan dari tenaga ahli atau profesional.

4. Bersepeda

Bersepeda merupakan bentuk latihan yang dapat membantu menguatkan jantung dan meningkatkan fungsi paru-paru.

Selain itu, olahraga ini juga meningkatkan aliran darah ke kaki dan membakar kalori untuk menjaga berat badan diabetesi.

Untuk menghindari terjatuh dan cedera atau cuaca yang tidak mendukung, olahraga bersepeda bisa juga dilakukan menggunakan pelindung saat bersepeda.

5. Berenang

Berenang sangat bagus untuk diabetesi karena dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan membantu mengelola kadar gula darah.

Baca Juga  Kenali Penyebab Munculnya Jerawat di Bagian Area Wajah

Selain itu, aktivitas fisik ini juga bisa meningkatkan sensitivitas insulin dan dapat berkontribusi pada penurunan berat badan atau mempertahankan berat badan yang sehat.

Berenang juga bermanfaat melatih pernapasan. Lewat olahraga ini, diabetesi bisa meningkatkan kapasitas paru-paru serta latihan mengontrol pernapasan.

Selain untuk pernapasan, renang juga bermanfaat bagi diabetesi yang mengalami gejala diabetes seperti kesemutan atau mati rasa pada bagian kaki. Begitu pun dengan yang mengalami komplikasi gangguan saraf akibat penyakit diabetes yang ditandai dengan kesemutan, nyeri, atau mati rasa.

Renang juga bermanfaat membantu menurunkan tingkat stres dan menurunkan kadar kolesterol. Olahraga ini akan merangsang enzim yang membantu mengeluarkan kolesterol jahat (LDL) dari darah ke hati. Kemudian, kolesterol diubah menjadi empedu untuk proses pencernaan atau dikeluarkan dari tubuh.

Baca Juga  Mau Olahraga tapi Bingung Kapan Waktu yang Tepat? Yuk Simak Ini Jawabannya

6. Angkat beban

Selain jenis olahraga tadi, diabetesi juga dapat melakukan latihan angkat beban yang direkomendasikan karena manfaat utamanya untuk meningkatkan massa otot.

Saat massa otot bertambah, diabetesi akan lebih mudah mengendalikan gula darah. Latihan angkat beban dapat membantu tubuh untuk merespons insulin dengan lebih baik.

Hasilnya, tubuh bisa memperbaiki penyerapan dan penggunaan gula darah secara lebih optimal.

Saat melakukan angkat beban, pastikan mengatur beban sesuai dengan kesanggupan. Hal ini penting untuk mencegah cedera bila memakai beban yang terlalu berat.

Hal yang perlu diperhatikan diabetesi saat berolahraga

Durasi aktivitas fisik yang dianjurkan untuk orang sehat usia 18-64 tahun menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sama dengan diabetesi, yaitu minimal 150 menit per minggu, lalu dikombinasi dengan minimal 2 kali latihan beban per minggu.

Baca Juga  5 Rekomendasi Makanan Rendah Lemak yang Cocok untuk Diet

Diabetesi bisa menggunakan panduan tersebut dalam membuat rencana olahraga, misalnya 3 kali seminggu dengan durasi 50 menit per hari atau 5 kali seminggu dengan durasi 30 menit per hari.

Tidak hanya jenis dan durasi, keamanan serta antisipasi diabetesi dari luka hingga cedera yang harus diperhatikan.

(***)