Begini Kronologi Anak Tega Tebas Ayah Kandung, Pelaku Diamankan Polsek Kelapa
“Jadi saat istri korban ini bertanya uang hasil penjualan petai tadi. Kedua mertuanya ini, Sudirman dan Hamsiah berkata, memangnya kebun petai ini punya siapa? Terus dijawab oleh istri pelaku, ya kebun kami, kan sudah kami beli lahannya,” ujar Kapolsek.
Setelah itu, Arbaniah kemudian kembali pulang ke rumahnya untuk melaporkan hal tersebut kepada suaminya.
Mendengar cerita sang istri, korban bernama Robi Sugara alias Nduk ini langsung tersulut emosi. Dia kemudian mendatangi kediaman orang tuanya.
“Awalnya keduanya sempat cekcok, si korban kembali mengulangi pernyataan yang sama, dijawab oleh pelaku bahwa kebun petai itu sudah dibeli secara tunai tanpa hutang. Pelaku langsung mendorong ayahnya sampai jatuh dan terkena batako dinding rumah sehingga kepalanya mengeluarkan darah,” beber Iptu A Mukhlis.
Lebih lanjut, korban sempat mencoba untuk melawan dengan mengambil sebuah pisau, namun pelaku sudah terlebih dahulu ke luar rumah.
Beberapa saat kemudian, sambung Kapolsek pertikaian hubungan sedarah itu dilerai oleh tetangga sekitar.
“Setelah dilerai oleh tetangganya yang mendengar keributan, pelaku disuruh pulang ke rumahnya dan korban lalu dibawa ke Puskesmas Kelapa karena menderita luka di bagian kepala. Dan harus dijahit lima kali, setelah itu korban dibawa pulang ke rumahnya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.