BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID — Hayadi warga Desa Permis Kecamatan Simpang Rimba selamat dari sambaran buaya ganas di Laut Desa Rajik Kecamatan Simpang Rimba, Sabtu (3/6/2023) subuh lalu.

Korban hanya mengalami sejumlah luka di bagian lengannya. Informasi yang berhasil dihimpun timelines.id menyebutkan peristiwa itu terjadi ketika Hayadi hendak memasang pukat (jaring-red) di Laut Rajik.

Tiba-tiba seekor buaya ganas langsung menyambar lengannya.

Beruntung korban yang sigap, berusaha melawan hingga berhasil menusuk mata buaya.

Seketika predator itu melemah dan melepaskan terkamannya.

Melihat kesempatan itu, Hayadi langsung berlari menuju daratan.

Peristiwa itu dibenarkan Kades Permis Yuspongo ketika dikonfirmasi Minggu (4/6/2023).

“Korbannya memang warga Permis, namun kejadiannya di laut Desa Rajik,” jelasnya.

Baca Juga  Disdukcapil Babar Pastikan Stok Blanko KTP-El Masih Cukup

“Informasi yang saya terima, korban hendak muka Sabtu subuh kemarin, tiba-tiba pada saat menebar pukat, langsung disambar buaya, tetapi dia melawan dan terkaman itu lepas, korban langsung lari ke darat dan kondisinya selamat,” ungkap Yuspongo.

Sebelumnya, di Sungai Baruk Bukit Layang Kabupaten Bangka, seorang penjaring ikan, Ribuan tewas akibat sambaran predator ganas.

Ribuan sempat hilang hingga ditemukan keesokan harinya oleh Tim SAR Gabungan.

Warga yang resah atas keberadaan buaya tersebut bersama pawang buaya berhasil menangkap predator tersebut.

Dikutip dari id.wikipedia.org, buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) adalah jenis buaya terbesar di dunia.

Dinamai demikian karena buaya ini hidup di sungai-sungai dan di dekat laut (muara).

Baca Juga  Polisi Gadungan di Bangka Berhasil Ditangkap Aparat Gabungan

Buaya ini juga dikenal dengan nama buaya air asin, buaya laut, dan nama-nama lokal lainnya.