“Alhamdulilah usahanya masih bisa bertahan dan sekarang anak yang menjalankan. Anak-anak saya juga beberapa buka warung makan selain di sini ada yang di Lubuk, di Air Itam dan tidak jauh dari sini juga ada. Jadi ini sudah semacam usaha keluarga juga,” katanya.

Untuk mengembangkan usahanya ini, dirinya juga memanfaatkan program Pendananaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) PT Timah Tbk. Sehingga usahanya semakin berkembang.

Menurutnya, dana yang diperoleh dari program PUMK mereka gunakan untuk membeli peralatan usaha seperti kompor, baskom, kuali dan lainnya.

“Saya memanfaatkan pinjaman modal dari PT Timah Tbk ini untuk beli alat-alat karena kan kalau kompor, baskom itu kalau dipakai terus menerus rusak. Jadi dana itu saya gunakan untuk beli perlengkapan ini. Sebagian lagi untuk mengembangkan usaha baru jualan ayam,” ucapnya.

Baca Juga  Semarak Pekan Sehat HUT ke-49 PT Timah di Belitung Timur, Ribuan Warga Ramaikan Jalan Sehat Untuk Merah Putih

Saat ini, mereka juga menerima pesanan catering dan nasi kotak. Bagi pelanggan yang ingin makan di tempat juga mereka menyediakan tempat. Tapi umumnya, banyak pelanggan yang memilih untuk dibungkus.

Meski tetap mengutamakan kualitas rasa makanan, harga yang ditawarkan di warung makan mereka juga terbilang terjangkau.

“Makanan yang dijual ini makanan yang kami masak jadi baru terus, di sini mulai masak itu subuh. Jadi makanan baru dan masih segar. Ada tiga orang yang bantu kerja di warung makan ini,” katanya.

Bagi dia program PUMK PT Timah Tbk sangat membantu para pelaku usaha seperti mereka. Sehingga bisa terus mempertahankan dan mengembangkan usahanya.

Baca Juga  Yuri Kemal Harap Masyarakat Cerdas Menilai Kemampuan Cagub-Cawagub Babel 2024-2029

“Sangat membantu sekali program ini, karena jasa administrasinya ringan. Terus banyak kemudahan juga kalau kita mau pinjam. Semoga program ini terus berlanjut jadi banyak pelaku usaha lainnya bisa memanfaatkan program ini,” ucapnya.