Pedagang dapat memesan ayam berapa pun jumlah dari perusahaan.

Kondisi ini berbeda ketika stok ayam mengalami keterbatasan.

“Kalau stok sedikit. Kami pedagang dibatasi bos ketika mau ambil ayam. Kalau sekarang masih bebas mau ambil berapa banyak. Cuma kami gak berani stok banyak. Penjualan pun sepi,” keluhnya.

Usaha ayam potong ini terbantu ketika masih ada permintaan pelanggan untuk pelaku usaha dengan permintaan sebanyak 50 kilogram per hari.

Suryadi mengatakan permintaan ayam ini biasanya mengikuti kondisi ekonomi masyarakat dengan acuan pasar timah.

“Masih untunglah ada permintaan langganan untuk pelaku usaha sapi 50 kilogram per hari. Tak tentu kapan ramainya, biasanya kalau harga timah mahal ayam Rp.50 ribu juga ludes dibeli. Kalau sekarang benar benar sepi,” akunya.

Baca Juga  Hari Pertama Ngantor, Susanti: Tidak Ada Indikasi Pelanggaran, 237 Pegawai Cuti Tahunan