Sedekah Kampung
Ia merupakan orang yang berjasa dalam pembangunan mushollah Al-Hidayah yang saat ini masih bisa digunakan oleh warga. Saat ini Bapak Ali Mansyah dibantu Bapak Saparudin yang diangkat sebagai ketua adat Air Pasir.

Sedekah Kampung dilaksanakan sejak tahun 1970. Kegiatan Sedekah Kampung dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur warga kepada Allah yang telah memberikan hasil panen padi cerak dari ume.
Kegiatan Sedekah Kampung dilaksanakan seluruh warga Dusun Air Pasir pada minggu ke tiga bulan Maret setiap tahun.
Bagi warga, Sedekah Kampung sangat penting, oleh karena itu mereka akan menyiapkan dana untuk menyambut Sedekah Kampung. Bagi warga yang kesulitan ekonomi, tidak ada paksaan sama sekali.
Para tetua kampung yang berperan dalam perayaan sedekah kampung antara lain Kaliman (alm), Kadir (alm), Jumenalin (alm), Saidi (alm), Atoy (alm), Masdam (alm), dan Masba Kufa (alm).
Mereka adalah perintis kegiatan sedekah kampung dan pembangunan di Air Pasir.
Dusun Air Pasir terletak jauh dari jalan raya dan berada di hutan. Kondisi ini membuat warga terkadang merasa takut dan timbul rasa percaya pada hal-hal yang berbau mistis tentang makhluk gaib.
Maka perayaan sedekah kampung yang dilakukan dikait-kaitkan dengan tolak balak. Masyarakat percaya jika hal itu dilakukan maka makhluk gaib tidak akan mengganggu masyarakat dalam jangka waktu satu tahun kedepan sampai sedekah kampung selanjutnya.
Prosesi adat sedekah Kampung sangat sederhana. Warga laki-laki membawa makanan ke mushollah dengan dulang yang ditutupi dengan tudung saji.
Kegiatan nganggung dilakukan pagi hari sekitar pukul 09.00. Setelah para tamu undangan seperti para pejabat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat hadir acarapun dimulai dengan pembacaan doa oleh tokoh agama dan dilanjutkan dengan makan bersama.
Nasi yang tersedia pada umumnya nasi merah yang baru dipanen (ngemaru).


Setelah doa bersama dan makan, warga pun pulang ke rumah masing-masing untuk menyambut kedatangan para tamu baik tetangga, kerabat atau siapapun yang datang ke Dusun Air Pasir.
Warga dengan senang hati mengajak tamu untuk mencicipi makanan yang tersedia. Maka tidak heran, setiap prosesi sedekah kampung, Dusun Air Pasir sangat ramai seperti layaknya lebaran Idul Fitri dan Idul Adha.
Makanan seperti ketupat, lepat lengkap dengan opor ayam dan daging tersedia. Nasi merah dengan lauk pauk lainnya menjadi pilihan menu bagi para setiap tamu yang berkunjung.

Meilanto, Pegiat Sejarah dan Budaya Bangka Tengah

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.