Secara spasial, Kota Pangkalpinang tercatat mengalami inflasi bulanan sebesar 0,01 persen (mtm) dengan IHK 114,16. Inflasi secara bulanan (mtm) terutama bersumber dari komoditas daging ayam ras, bawang merah, dan ikan kembung. Sedangkan inflasi tahunan (yoy) terutama bersumber dari komoditas bensin, beras, dan rokok kretek filter.

” Sementara itu, Tanjungpandan mengalami inflasi bulanan 1,28% (mtm) atau secara tahunan sebesar 3,24% (yoy) dengan IHK 119,76. Inflasi bulanan terutama bersumber dari komoditas daging ayam ras, ikan ekor kuning, dan ikan tongkol. Sedangkan andil inflasi tahunan bersumber dari komoditas bensin, angkutan udara, dan beras,” paparnya.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus mendorong berbagai upaya untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Pemerintah Daerah, TPID, dan Bulog terus menggalakkan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, sidak pasar, operasi pasar/pasar murah, perluasan Kerja sama Antar Daerah (KAD) baik intra maupun antarprovinsi bersinergi dengan stakeholders terkait.

Baca Juga  Serahkan Bantuan Sosial di Bangka Selatan, Jokowi Ingatkan Emak-emak Pentingnya Kebutuhan Gizi Anak

Upaya pengendalian inflasi diperkuat dengan dialokasikannya kembali Dana Insentif Daerah Pemerintah Provinsi untuk tahun 2023. Selanjutnya, TPID juga mewaspadai risiko gangguan pasokan terutama yang bersumber dari El Nino.

“Bank Indonesia menyambut baik upaya-upaya Pemerintah Daerah untuk mendorong peningkatan luas tanam dan produktivitas komoditas hortikultura dan pangan lainnya antara lain aneka cabai, bawang merah, budidaya ikan air tawar, sapi, dan padi,” terangnya.

“Upaya-upaya tersebut juga melibatkan Pondok Pesantren, Kelompok Wanita Tani, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, dan Kelompok Tani. Hal tersebut diharapkan semakin mengurangi ketergantungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap pasokan dari luar,” pungkasnya.