Soal Dugaan Penganiayaan Siswa SLBN Mentok, Begini Tanggapan Pihak Sekolah
BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID – Pihak Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Mentok memberikan klarifikasi perihal dugaan penganiayaan yang dialami salah satu siswanya yakni AHH, Rabu (7/6/2023) petang.
Melalui keterangan resminya Kepala SLBN Mentok, Arief Jananto menyebutkan berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah melalui teman yang ikut bermain dengan AHH saat hari kejadian bahwa AHH mengalami insiden terjatuh di lingkungan sekolah. Bahkan, AHH terjatuh dua kali di tempat berbeda.
“Jadi sepengetahuan kami menurut informasi yang didapatkan dari salah seorang siswa yang ikut bersama bermain dengan anak yang mengalami kejadian itu. Bahwa anak ini terjatuh, kemudian dua kali anak ini terjatuh di halaman sekolah dan selasar sekolah,” kata Arief Jananto.
Dia menambahkan, setelah mendapati adanya kejadian tersebut pihak sekolah juga sempat melakukan upaya penanganan pertama. Korban sempat coba ditenangkan lantaran menangis dan diberikan penanganan medis dengan mengompres bagian tubuh yang mengalami luka lebam.
“Kami juga obati bagian yang terluka. Setelah penanganan itu, kami bawa ke IGD Rumah Sakit Timah dan ditangani oleh tenaga medis di sana, pada saat itu. Sampai saat ini kami terus berikan perawatan atas permintaan dari orang tua apabila si anak mengalami demam,” katanya.
“Kita fasilitasi untuk pengobatannya di rumah sakit umum, termasuk diminta rontgen kita sudah berikan pendampingan dan pembiayaan. Betul, CCTV kami rusak jadi tidak bisa dilihat dan dimonitor kejadian pada saat itu. Jadi dia (AHH-red) ini hanya berdua bermain dengan salah satu temannya,” katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, korban saat itu sedang berada di dekat pagar sekolah dengan temannya sedang membeli jajanan es. Arief juga membenarkan bahwa bocah tersebut juga sempat mengalami kejadian serupa meski sudah lama berlalu. Tepatnya saat sang anak masih duduk di bangku kelas dua.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.