Angka Stunting di Beltim Capai 16 Persen, Ini Penyebabnya
BELITUNG TIMUR, TIMELINES.ID – Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Belitung Timur Khairil Anwar mengungkapkan pola asuh dan makan jadi sumber utama terjadinya kasus stunting.
Hasil ini merupakan temuan usai tiga hari mengunjungi lokus stunting di seluruh Desa di Kabupaten Beltim.
Hal ini diungkapkan Khairil saat membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Beltim di Ruang Rapat Gunung Lumut Badan Perencanaan Pembanguan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Kamis (8/6/23).
“Jadi kita sudah turun ke beberapa desa, langsung ke rumah keluarga-keluarga yang punya resiko stunting. Kalau dari rumah mereka layak, yang jadi masalahnya ternyata dari pola makan dan asuh orang tua,” ungkap Khairil.
Pola asuh dan makan itu jelas Khairil terlihat dari cara pemberian makan kepada bayi atau anak.
Di mana orang tua acuh atau menyerah saat anak tidak ingin makan.
“Orang tuanya pas bayi dak mau makan langsung pasrah gitu saja. Terus juga dak bervariasi dalam membuat lauk pauk. Misalnya telur atau ikan hanya digoreng saja, dak dibuat menu yang bervariasi,” jelas Khairil.
Kondisi inilah yang membuat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) harus melakukan tindakan cepat terhadap beberapa bayi yang terindikasi stunting. Penanganan cepat yang dilakukan yakni skinning atau tes terhadap bayi dan anak tersebut tanpa birokrasi panjang lebar.
“Saya sudah minta kepada Puskemas agar mengeluarkan rekomendasi yang sifatnya ‘jalan tol’, tidak banyak birokrasi. Rekomendasi tersebut diturunkan langsung kepada dokter spesialis anak atau kandungan, dokter akan turun langsung menangani kasus tersebut,” kata Khairil.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.