Angka Stunting di Beltim Capai 16 Persen, Ini Penyebabnya
Selain itu pula menurut Khairil, TPPS Kabupaten Beltim juga sudah meminta agar tiga pilar di Desa, yakni Kepala Desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk turut ikut aktif memantau kondisi lokus stunting yang ada. Agar jika ada anak yang masih sekolah dapat bersekolah dan asupan makanan yang diberikan juga lebih beragam.
Target Turun Jadi 14 Persen
Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar optimis angka stunting di Kabupaten Beltim akan turun sesuai target yakni kurang dari 14 persen di tahun 2024. Mengingat berbagai tindakan atau intervensi akan terus dilakukan untuk menekan angka stunting.
“Semula kita 22 persen, sekarang sudah turun jadi 16 persen. Insyaallah di tahun 2024 kita akan turun di bawah 14 persen,” kata Khairil.
Tim di tingkat pemerintah desa menurut Khairil, sudah mulai aktif untuk ikut menurunkan angka stunting. Bahkan pihak swasta juga sangat sigap untuk membantu pemerintah menangani stunting.
“Kepala Desa konsukuen. Beberapa perusahaan malah menyatakan selalu siap membantu jika ada kasus stunting,” ujar Khairil.
Tinggal kekurangan dalam peninputan data yang masih jadi hambatan. Namun dengan kerja sama dan kerja keras data-data tersebut akan segera diselesaikan.
“Kelemahan kita di data, banyak yang tidak masuk. Data-data bantuan untuk program stunting banyak yang tidak ada di OPD sehingga susah untuk memisahkan, namun ke depan kita akan perbaiki itu,” pungkas Khairil. (Kominfo Beltim)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.