SASTRA,TIMELINES.ID- Cinta terkadang memang sulit untuk diutarakan atau diucapkan, namun cinta itu nyata yang bisa membuat semua orang dapat merasakan apa itu cinta.

Lantas bagaimana cara mengutarakan kegundahan hati dikarenakan cinta?, puisi bisa dijadikan jawaban melalui kata-kata puitis yang tulus dari hati maka puisi cinta dapat dibuat dengan mudah.

Berikut ini kumpulan puisi indah tentang cinta yang bergejolak di hati,

Cinta Itu Ah…

Cinta itu gila
Ketika aku harus bertingkah gila
Cinta itu aneh
Ketika aku harus berbuat aneh
Cinta itu buta
Ketika aku harus menjadi buta
Cinta itu ah cinta
Ketika aku harus mengatakan … ah cinta.

***

Jika ini memang cinta, aku hanya tahu bagaimana cara
mengungkapkannya dalam ketelanjangan apa adanya:
dengan segenap raga, hati, dan jiwaku yang mengulum
kepasrahan tanpa syarat.

Baca Juga  Jatukrama

***

Aku tidak bisa marah
karena bagiku kau adalah anugerah terindah yang
mendekap barisan hariku penuh bahagia tumpah ruah
Sepotong senyum yang kau titipkan pada arakan senja,
menghapus kesalku jadi tawa merekah
Dan rinduku riba-tiba dipenuhi keindahan yang
berlimpah.

***
Melibas gelisah, memamah resah pada gerimis yang basah
Terlupa semua khayalku akan rekah yang masih
bersembuanyi pada arakan risau lemah
Meniti tak pasti di jembatan hatiku, menguras lelah
yang menjamah.

Dan ….
Aku masih betah menunggu matamu yang selalu indah
hingga mata ini takluk rebah dalam buaian mimpi indah
merekah.

***

Inikah sebuah pertanda? Pertama kali tatapku yang
bergulir nyata pada beningnya matamu, telah memasung
bahagiaku tanpa ampun. Tak peduli seberapa lemah getar
itu menyisir kalam batinku. Aku hanya tahu, ada rindu
yang kujaga untukmu.

Baca Juga  Hanyalah Sepasang Luka

***

Puisi Cinta Tanpa Tanda Baca

Ada jarak yang menjejak
Sampai kutub dalam hati kita.

Betapa bias bats nyata dan maya
sampai segala terlepas dari masa bersama
dan sesat di pekuburan masih saja percuma
sampai yang baru terbujur layu tak seirama
lalu catatan lama serupa kata pertama
sampai terlupa ruparupa tanda baca.

Sampai berkesudahan di mana akhir kisah
ada antara yang semestinya bisa diterabas
sampai benar-benar tandas perahu kertas
lalu nama-nama yang tertulis tak lagi dieja
sampai frasa demi frasa serasa serangkai puisi
cinta yang baik dan benar tanpa tanda baca.

***

Aku cemburu

Aku memang pecemburu.
Aku cemburu pada apa saja.
Bahkan pada embusan angin yang menyejukanmu.
Pada hujan
yang bebas menyentuh kulitmu
Pada baju yang selalu menghangatkanmu

Baca Juga  Kapur yang Pudar, Janji yang Ingkar

Kenapa?
Karena itu bukan aku!
Harus jadi apa aku ini supaya dekat denganmu?

Jadi angin?
Percuma, tak bisa kamu lihat.
Jadi air?
Percuma, tak bisa kamu genggam.

Menjadi sosok nyata
Cukup membatasiku untuk mencintaimu
Dan kini aku hanya bisa diam
Ditemani rindu yang murung di relung hati.
Menumpahkannya lewat syair untukmu.

***

Di malam yang diisi sunyi,
ingin aku memelukmu
dengan bermiliar rasa rindu.
Kudekap detak kita beradu.
Menatap matamu yang syahdu
Adalah kesukaanku.
Tapi apa daya, aku hanya mencintaimu
dalam hening, merindukanmu dalam jarak.

Kapan hujan turun?
Mengingatkanmu setetes saja
Pada kenangan yang basah!
Siapa tahu kamu rindu.

***

Cinta!
Satu kata tanpa definisi.
Tidak membawa kejelasan
Walau dampaknya kuat terasa.