FEATURE, TIMELINES.ID – Jadikan tugasmu sebagai ladang ibadah bagimu dan kebermanfaatan untuk orang lain.

Demikian penggalan kalimat motivasi diri bagi Brigadir Rahmadi Susanto (30), anggota Polres Bangka Selatan, Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Sejak enam tahun lalu Rahmadi bercita-cita membebaskan anak-anak di Kabupaten Bangka Selatan dari buta aksara Alquran.

Itulah yang membuat suami Lismita ini termotiviasi mengabdi sebagai guru ngaji di tempat ia bertugas sebagai Bhabinkamtibmas.

Kini, puluhan santri telah tamat Alquran di bawah bimbingannya.

Ia memulai menjadi guru ngaji Alquran di Desa Nyelanding Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung sejak 2017 lalu.

Di sana, putra kelahiran Belinyu Kabupaten Bangka ini melaksanakan program Bhabinkamtibmas Peduli Santri.

Baca Juga  Pemuda di Toboali Diringkus usai Bawa Kabur Motor Rekan Kerja ke Mentok

Ia mengajar anak-anak mulai dari Iqro hingga Alquran.

“Kekhawatiran masa depan anak-anak buta aksara Alquran membuat saya semakin termotivasi mengisi waktu luang mereka usai sekolah dengan mengaji,” ungkapnya, Senin (12/6/2023).

Rahmadi yang saat ini tinggal mengontrak di Jalan Ampera Toboali, mengaku programnya itu disambut baik warga setempat.

“Saya tidak lama di Desa Nyelanding. Empat tahun kemudian dipindah ke Desa Kepoh. Di sini hampir 4 tahun mengajar ngaji di TPA Al Muhajirin Dusun Jalan Baru,” ungkap pria beranak satu ini.

Ia menceritakan di tahun 2021 lalu, saat masa pandemi Covid-19, selama empat bulan dirinya tak mengambil tunjangan sebagai Bhabinkamtibmas.

Uang tunjangan itu dibelikannya sembako dan kemudian dibagikan kepada warga Desa Kepoh yang kurang mampu.

Baca Juga  Parah! Transaksi Sabu di Samping Masjid di Toboali, Dua Buruh Harian Diciduk

“Kondisi pandemi kemarin memang luar biasa. Ekonomi masyarakat melemah, saya berinisiatif melakukan itu hanya untuk membantu dan ikhlas untuk masyarakat,” ungkapnya.

Di Desa Kepoh, ia mengajar ngaji seminggu dua kali pada Selasa dan Kamis mulai pukul 14.00 WIB sampai selesai.

“Alhamdulillah, di sini juga tetap melanjutkan program Bhabinkamtibmas Peduli Santri. Saya mengajar khusus Alquran, tetapi jika ada pengajar yang berhalangan saya juga menggantikannya mengajar Iqro,” ungkapnya pria beranak satu ini.

Hampir empat tahun mengajar ngaji di Desa Kepoh, Rahmadi mengaku tidak mau menerima honor. Lagi-lagi ia ikhlas dan menikmati pekerjaannya.

“Alhamdulillah, saya selalu bersyukur atas gaji yang saya terima sekarang,” tuturnya.

Baca Juga  Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pria Beristri di Simpang Rimba Dicokok

Selain mengajar ngaji, Rahmadi juga selalu aktif di desa. Persoalan-persoalan di desa selalu diupayakan diselesaikan secara musyawarah.

“Masalah-masalah di desa kami bersama aparatur desa Kepoh menyelesaikan bersama-sama,” ucapnya.

Rutinitas Rahmadi setiap hari pukul 08.00 WIB apel di Polsek Toboali kemudian ke kantor desa.

Jika ada persoalan di desa, Rahmadi bersama aparatur desa langsung bermusyawarah menyelesaikan masalah.