Pengertian Sports Science Penerapan Untuk Olahraga yang Lebih Maju
Sports Psychology
Banyak faktor tercapainya keberhasilan dalam prestasi olahraga, salah satu faktor tersebut adalah psikologi olahraga. Namun tidak banyak para pelaku olahraga yang mengerti dan mampu menerapkan psikologi olahraga. Pada dasarnya ilmu psikologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang perilaku atau sifat seseorang.
Sedangkan sport psychology adalah ilmu yang mempelajari karakter atlet dan dampak terhadap lingkungan sekitarnnya, seperti pergaulan dengan sesama atlet, kepatuhan terhadap peraturan pelatih dalam melaksanakan program latihan serta sikap atlet ketika di lingkungan pertandingan baik itu menerima kekalahan maupun kepuasan dalam kemenangan yang biasa disebut mental bertanding.
Sport Nutrion
Gizi Olahraga termasuk memiliki peran penting dalam meningkatkan performa atlet. Program latihan yang dilaksanakan oleh atlet menguras energi sehingga harus adanya keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran dari tubuh atlet yang akhirnya nutrisi dikonsumsi oleh atlet tersebut harus benar-benar memiliki gizi yang berkualitas baik dan sesuai dengan kebutuhan.
Sport nutrition merupakan ilmu yang mempelajari gizi makanan untuk atlet yang dihubungkan dengan pemberian asupan makanan dan dampak terhadap kondisi fisik yang bertujuan untuk kesehatan, kebugaran, pertumbuhan anak dan pengembangan olahraga berprestasi (Welis, 2009).
Coaching
Bidang ilmu kepelatihan sangat menunjang dalam pencapaian prestasi olahraga, dimana kemampuan pelatih diuji dalam membuat program latihan baik itu aspek teknik, fisik, maupun strategi bertanding. Peran pelatih sangat mendominasi pada bidang ini dalam membentuk atlet mencapai prestasi, namun sebaliknya apabila pelatih tidak ditunjang dengan ilmu kepelatihan yang cukup serta penguasaan IPTEK yang kurang, maka tidak mungkin atlet dapat berprestasi dengan baik.
Bahkan sebaliknya karena hanya mengandalkan pengalaman pelatih ketika menjadi atlet yang belum tentu cocok diterapkan pada atletnya dan dengan perkembangan zaman yang begitu pesat terutama pada kemajuan IPTEK yang diterapkan pada olahraga prestasi, bisa jadi kemunduran prestasi dan sesuatu yang tidak mungkin akan ditinggalkan oleh atletnya atau dengan kata lain pelatih tersebut tidak akan terpakai pada cabang olahraga yang digeluti.
Kualitas yang lain bagi pelatih pun harus dipertimbangkan seperti memiliki kepribadian atau attitude yang baik, memiliki kebugaran jasmani yang baik, minimalnya dapat memberikan contoh pada gerakan-gerakan kondisi fisik, memiliki mental yang baik dan mampu menangani sikap masing-masing individu atlet, memiliki keterampilan atau teknik cabang olahraga yang dipegang, memiliki keilmuan pada bidang ilmu kepelatihan, memiliki pola pikir ilmiah atau rasional, memiliki pengalaman sebagai atlet, memiliki human relation yang baik sehingga hubungan dengan atlet, orang tua atlet, serta dengan jajaran kepengurusan berjalan dengan harmonis, dan yang terakhir adalah tingkat kreativitas pelatih yang tinggi sehingga situasi dan kondisi apapun dapat diselesaikan dengan baik.
Sports Intelligence
Sport intelligence merupakan pengembangan dari teori intelligence dan sport psychology (Rossle, 2014). Bidang sport intelligence ini tidak bisa dikesampingkan bahkan merupakan sesuatu yang harus dimasukan dalam program latihan, hal ini merupakan salah satu faktor dalam pembinaan olahraga prestasi.
Namun sebaliknya tidak semua pelatih menerapkan program latihan yang ada unsur sport intelligence, yaitu dengan pola pikir yang rasional terhadap apa yang akan dilakukan dengan cara mengamati atau menganalisa suatu situasi keadaan yang dihadapi di dalam latihan atau pertandingan.
Research
Bidang penelitian pada dunia olahraga memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga, apabila masih dengan metode atau prinsip lama bisa jadi perkembangan olahraga akan terhambat atau masih stagnasi.
Untuk itu bidang penelitian cukup banyak untuk melaksanakan penelitian seperti pada pembuatan program latihan, metode pelatihan yang diterapkan, teknik dan strategi latihan atau bertanding, manajemen pengelolaan cabang olahraga, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sarana dan prasarana olahraga, asupan gizi atlet, dan masih banyak lagi.(***)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.