Apa hubungannya asupan daging gurita dengan depresi? Ternyata, dua dari asam lemak omega-3 yang terkandung pada gurita, diyakini dapat mencegah depresi dan menangani gangguan mood. Kedua asam tersebut adalah eicosapentaenoic acid (EPA) dan DHA

Menurut data kesehatan oleh Harvard Health Publishing, EPA dan DHA dapat menurunkan depresi. Salah satu upaya penanganan orang dengan gangguan depresi adalah melalui pengobatan EPA.

8. Sumber antioksidan

Gurita mengandung senyawa antioksidan, seperti vitamin E, yang membantu melawan radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan sel dan berkontribusi pada penuaan dini dan penyakit kronis, contohnya kanker dan penyakit jantung.

Mengonsumsi gurita yang kaya akan antioksidan, dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif dan menjaga kesehatan lebih baik.

Baca Juga  Susu Sapi Vs Susu Kambing, Lebih Sehat Mana?

9. Membangun dan memperbaiki jaringan tubuh

Seafood ini merupakan sumber protein yang baik dan berkualitas. Protein adalah nutrisi penting untuk membangun, memperbaiki, dan memelihara jaringan tubuh, termasuk otot, kulit, dan organ internal.

Dengan mengonsumsi gurita, tubuh akan mendapatkan asupan protein yang cukup, yang membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Selain gurita, kerang merupakan salah satu jenis seafood lain yang kaya nutrisi.

Apa Keunikan dari Gurita?

Selain memiliki banyak manfaat, ada beberapa fakta menarik lainnya mengenai hewan laut:

1. Memiliki racun

Semua gurita memiliki racun yang berasal dari bakteri yang hidup di dalam hewan tersebut. Itulah sebabnya, pengolahan dagingnya harus tepat, terutama gurita yang memiliki tentakel.

Baca Juga  Orang Tua Wajib Baca, Ini Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Empeng atau Dot Bayi

Besar kemungkinan jenis gurita tersebut telah terkontaminasi parasit dan bakteri berbahaya. Pengolahan yang tepat dapat mencegah terjadinya alergi atau keracunan, sehingga manfaat daging gurita terasa maksimal.

2. Berumur pendek

Gurita memiliki umur pendek yang biasanya hanya bertahan beberapa tahun. Beberapa spesies bahkan mati setelah berusia enam bulan.

3. Memiliki tiga jantung

Gurita memiliki tiga jantung. Dua jantung bekerja secara eksklusif untuk memindahkan darah ke luar insang hewan. Jantung yang ketiga berperan menjaga sirkulasi tetap mengalir ke organ.

4. Darah biru

Gurita memiliki darah biru. Untuk bertahan hidup di laut dalam, gurita mengembangkan darah berbasis tembaga (hemocyanin) daripada zat besi. Inilah yang mengubah warna darahnya menjadi biru.

Baca Juga  Manfaat Buah Naga bagi Ibu Hamil Muda

Tembaga ini lebih efisien dalam mengangkut oksigen daripada hemoglobin ketika suhu air sangat rendah dan tidak banyak oksigen di sekitarnya.

Namun, sistem ini juga menyebabkan gurita menjadi sangat sensitif terhadap perubahan keasaman. Jika pH air di sekitarnya turun terlalu rendah, gurita tidak dapat mengedarkan cukup oksigen ke tubuhnya.

5. Kawin untuk mati

Kawin dan menjadi orang tua adalah proses penting dalam siklus hidup gurita. Setelah kawin, gurita jantan akan mengembara lalu mati. Sedangkan yang betina akan dapat bertelur hingga 400.000 telur. Pada akhirnya, gurita betina akan memakan dirinya sendiri. (***)