Apa Dampak Negatif dari Garam?

Pastikan untuk tidak mengonsumsi garam berlebihan. Idealnya, orang dewasa mengonsumsi garam kurang dari 2.300 miligram atau setara dengan satu sendok teh garam dalam satu hari.

Berlebihan mengonsumsi atau menggunakan garam juga dapat menyebabkan dampak yang buruk pada kesehatan. Berikut dampak negatif yang berisiko terjadi ketika mengonsumsi garam berlebihan:

1. Memicu gangguan jantung

Kelebihan garam dapat menyebabkan hipertensi. Penyakit ini menjadi salah satu pemicu yang dapat meningkatkan risiko gagal jantung.

Garam juga dapat memengaruhi tekanan darah yang dapat mengganggu sistem hormon, peradangan tubuh, kekebalan, hingga pencernaan tubuh.

2. Meningkatkan risiko kanker perut

Mengonsumsi garam dalam jumlah yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker perut. Penelitian ini terdapat dalam Journal of Epidemiology yang berjudul Salty Food Preference and Intake and Risk of Gastric Cancer: The JACC Study.

Baca Juga  5 Faktor yang Memengaruhi Frekuensi Buang Air Kecil

Penelitian ini meliputi 40.729 orang dewasa sehat. Hasilnya, sebanyak 30 persen orang yang menyukai makanan asin lebih berisiko mengalami kanker perut daripada orang yang tidak suka asin.

3. Meningkatkan rasa haus

Makanan yang tinggi garam dapat menyebabkan kamu merasa kehausan terus menerus. Hal ini karena tubuh ingin memperbaiki keseimbangan antara air dan natrium dalam tubuh.

4. Peningkatan retensi air

Berlebihan mengonsumsi garam, membuat ginjal tidak mampu menyaring kelebihan natrium dalam aliran darah. Hasilnya, natrium akan menumpuk dan tubuh menahan air ekstra untuk mengencerkan natrium.

Hal ini membuat kamu akan mengalami peningkatan retensi air. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak dapat mempertahankan jumlah cairan yang sesuai untuk tubuh.

Baca Juga  10 Manfaat Ginseng Cocok Digunakan Para Lelaki

Kondisi ini bisa memicu kamu mengalami kembung atau pembengkakan tubuh.

5. Meningkatkan risiko osteoporosis

Semakin banyak mengonsumsi garam, maka akan semakin banyak kalsium yang terbuang melalui urine. Jika kamu tidak mendapatkan jumlah kalsium yang cukup dari makanan, maka tubuh akan mengambilnya dari tulang. Kondisi ini bisa menyebabkan peningkatan risiko osteoporosis.(***)