10 Jenis Pantun dan Contohnya, Pahami dan Praktekan
Bunga mawar tangkai berduri
Laris manis pedang cendol
Aku tersenyum malu sekali
Ingat dahulu suka mengompol.
6. Pantun Agama
Sementara yang dimaksud dengan pantun agama adalah pantun yang menyinggung tentang religiusitas. Oh iya, konteks agama yang dimaksud di sini adalah bisa agama hindu, budha, nasrani, katolik. Jadi lebih universal, tidak melulu tentang agama islam saja.
Contoh Pantun Agama
Malam ini malam Jumat
Besoknya malam Sabtu
Kita ini umat Nabi Muhammad
Jangan sampai meninggalkan shalat fardhu
7. Pantun Teka Teki
Mengingat pantun digunakan untuk banyak hal kepentingan, maka pantun pun ada yang spesifik pantun teka teki. Tentu saja pantun teka teki ini lebih menitik beratkan pada permainan teka-teki lewat pantun.
Contoh Pantun Teka teki
Hari Minggu menanam semangka
Hari Senin menanam dondong
Hei adik jangan suka tertawa
Coba tebak raja apa yang kepalanya bisa dipegang?
Jawabannya adalah raja catur.
8. Pantun Adat
Ada juga yang disebut pantun adat. Pantun adat ini lebih difokuskan pada kepentingan kebudayaan atau adat yang dianut di suatu daerah tertentu.
Dalam perspektif lain, pantun adat dapat pula diartikan sebagai karya sastra yang dibuat menggunakan bahasa daerah atau menonjolkan kebudayaan lokal atau adat kebudayaan setempat. Kita pun tahu bahwa pantun adat ini sendiri di Indonesia ada banyak sekali dan sangat beragam.
9. Contoh Pantun Adat
sore-sore ke taman bunga
Petik satu paling cantik bunga mawar
jika ingin hidup rukun antar sesama
Utamakan toleransi dengan warga sekitar
10. Pantun Nasib
jenis jenis pantun yang terakhir adalah pantun nasib. Secara garis besar, pantun nasib ini berisi atau menceritakan tentang kondisi seseorang. Dapat pula diartikan sebagai pantun yang menceritakan kehidupan seseorang.
Contoh Pantun Nasib
Sampan kecil menuju tepi,
Hutan lebat tempat si lutung.
Termenung diri di tengah sepi,
Ingat badan belum beruntung.
Itulah beberapa jenis-jenis pantun disertai dengan contohnya. Semoga sedikit ulasan tentang pengertian dan ciri utama pantun ini bermanfaat. (Irukawa Elisa)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.