Untuk mengenang kisah perjalanan Nabi tersebut yang membawa oleh-oleh (cinderamata) berupa solat lima waktu kepada umat Islam.

Pada malam 27 Rajab, umat Islam akan datang ke masjid, langgar, mushollah atau balai pertemuan untuk nganggung dan mendengarkan pembacaan riwayat perjalanan Isra dan Mikraj Nabi Muhammad SAW.

Setelah pembacaan riwayat perjalanan Isra dan Mikaj dilanjutkan denga doa dan makan bersama.

Penulis yang tinggal di Desa Jelutung, Kecamatan Namang, Bangka Tengah

Baca Juga  Pemanfaatan Minyak Jelantah untuk Produksi Sabun sebagai Upaya Pengelolaan Limbah Rumah Tangga di Desa Kapit