Ratusan Kilogram Udang Vaname Mati Setiap Hari, Budiyono: Kualitas Air Tercemar Limbah Penambangan
BANGKA, TIMELINES.ID – Ratusan kilogram udang budidaya jenis vaname mati dalam setiap harinya.
Kematian udang ini diduga akibat limbah yang dihasilkan puluhan ponton tambang inkonvensional apung yang beroperasi di Pantai Rambak, tak jauh dari lokasi tambak udang CV. Reka Sejahtera.
Pemilik tambak udang CV. Reka Sejahtera mengeluhkan kematian udang udang siap panen tersebut.
Demikian dikatakan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budiyono kepada wartawan Jum’at (30/6/2023).
Saat meninjau lokasi Tambak Udang milik CV. Reka Sejahtera, Budiyono meminta aparat penegak hukum (APH) menindak tegas keberadaan TI – TI yang diduga ilegal di sekitar Pantai Rambak.
“Hari ini saya selaku Ketua DPD LBH HKTI Provinsi Kepulauan Babel mendapatkan laporan aduan dari petani tambak udang yang berada di wilayah lingkungan Rambak, kelurahan Jelitik Sungailiat, Kabupaten Bangka, yang mengalami banyak kerugian karena banyak udang yang mati setiap harinya lantaran terjadi kerusakan perubahan lingkungan air laut yang disebabkan tambang-tambang timah ilegal yang beroperasi di depan tambak udang milik CV Reka Sejahera,” jelas Budiyono, di sela peninjauannya lokasi.
Ia menjelaskan, ratusan kilogram udang harus mati mengenaskan dikarenakan kualitas air laut sekitar tambak telah tercemar limbah penambangan.
“Penambangan itu sebabkan terganggungnya budidaya tambak udang petani, sehingga setiap harinya gagal panen. Menurut pengaduan yang kita terima, satu hari itu bisa 150-200 kilogram udang yang mati,” sambungnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.