Aku tidak bisa marah
karena bagiku kau adalah anugerah terindah yang
mendekap barisan hariku penuh bahagia tumpah ruah
Sepotong senyum yang kau titipkan pada arakan senja,
menghapus kesalku jadi tawa merekah
Dan rinduku riba-tiba dipenuhi keindahan yang
berlimpah.

Melibas gelisah, memamah resah pada gerimis yang basah
Terlupa semua khayalku akan rekah yang masih
bersembuanyi pada arakan risau lemah
Meniti tak pasti di jembatan hatiku, menguras lelah
yang menjamah.

Dan ….
Aku masih betah menunggu matamu yang selalu indah
hingga mata ini takluk rebah dalam buaian mimpi indah
merekah.

Inikah sebuah pertanda? Pertama kali tatapku yang
bergulir nyata pada beningnya matamu, telah memasung
bahagiaku tanpa ampun. Tak peduli seberapa lemah getar
itu menyisir kalam batinku. Aku hanya tahu, ada rindu
yang kujaga untukmu.

Baca Juga  Jika Suatu Hari Nanti

Diam

Setiap mengingatmu:
silam terbagi goda
kita bertukar diam dalam pelukan.

Puisi cinta singkat karangan WS. Rendra.

Optimisme

Cinta kita berdua
Adalah istana dari porselen.
Angin telah membawa keamaian
membelitkan kita dalam pelukan.

Bumi telah memberi kekuatan
kerna kita telah melangkah
dengan ketegasan.

Muraiku,
hati kita berdua
adalah pelangi selusin warna.

Sagan, 1958S

Sepeda Kekasih

Lebih baik
aku makan nanti saja.
Sekarang
memperbaiki sepeda rusak kekasihku.

Sagan, 1958

Tobat

Tuhan,
aku telah bertobat
aku telah merasakan apakah neraka itu.

Sebab kemarin,
pacarku menangis
di hadapanku.

Sagan, 1958

(***)