Itu artinya, kata Rajab, masih ada wartawan yang belum memahami Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA).
“Bagaimana mungkin soal identitas anak yang diduga terkait tindak pidana diungkapkan ke publik. Termasuk soal batasan yang disebut anak masih ada yang belum paham. Padahal ini sangat penting,” kata Rajab.

Rajab berharap dengan UKW ini, wartawan semakin memahami kerja jurnalistik, etika dan aturan yang harus menjadi pedoman dalam bekerja secara profesional.

Sementara Sekretaris PWI Babel, Fakhruddin Halim, dalam sambutan mewakili Ketua PWI Babel, M Fathurrakhman, mengatakan untuk UKW X diikuti semua jenjang yakni Muda, Madya dan Utama.

“Semoga peserta dapat mengikuti setiap tahapan UKW dengan baik dan semuanya dapat menjadi wartawan yang kompeten,” kata Fakhruddin.

Baca Juga  Pemuda di Belitung Diringkus usai Cabuli Anak di Bawah Umur

ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemda Belitung yang telah mendukung terselenggaranya UKW ini.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati, Bang Isyak Meirobi dan jajaran yang sejak awal PWI Belitung hadir sudah memberikan dukungan. Semoga kemitraan strategis seperti ini kedepan tetap terjalin erat,” ujarnya.

Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie secara resmi membuka UKW X. Dalam sambutannya dia berharap wartawan semakin profesional yang menyuguhkan informasi ke publik.

Menurut Isyak, peran wartawan sangat dibutuhkan dalam mendorong kemajuan suatu daerah.

“Peran wartawan sangat strategis dalam mendorong pembangunan di segala bidang. Wartawan juga profesi mulia karena memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat,” kata Isyak.

Baca Juga  Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan Ratusan Karung Pasir Timah di Belitung

Selain itu, pada sesi akhir acara dilaksanakan penandatangan komitmen bersama PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kabupaten Belitung bersama Forkopimda Kabupaten Belitung tentang mencegah hoax, bertajuk Babel Cerdas Stop Hoax.