Sengkulak suami maupun istri mempunyai cetakan khusus.

Penyebutan sengkulak suami dan istri sesuai dengan penyebutan laki-laki atau perempuan bagi suku Buton. Biasanya nama laki-laki ada tambahan kata “La” dan nama perempuan ada tambahan “Wa”.

Pada tahun 2013, penulis pernah menghadiri kegiatan sedekah sengkulak di Desa Tanjung Gunung.

Saat itu sengkulak dibuat dengan jumlah yang banyak. Hampir 4000 bungkus.

Penduduk dari desa tetangga datang beramai-ramai menyantap sengkulak dengan ikan goreng atau lempah kuning di dekat pantai Desa Tanjung Gunung.

Kegiatan ini bisa menjadi salah satu potensi yang layak dijual kepada para wisatawan. Tinggal cara pengemasan kegiatan yang dilakukan pihak terkait.

Penulis tinggal di Bangka Tengah

Baca Juga  Rumah Ilmu