“Tahun lalu itu sampai 710 kasus dan 9 kematian, tahun ini walaupun sedang berjalan turun dan tidak ada tambahan kematian. Kasusnya turun jauh sekali dari 700 lebih itu langsung terjun bebas ke angka yang paling rendah mungkin sepanjang masa,” katanya.

Kata Rangkuti, penurunan kasus DBD saat ini tidak lepas dari kerja keras yang dilakukan instansinya dan jajaran selama ini.

Mulai dari melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi ke sekolah dan masyarakat secara terus menerus. Serta membekali bidan desa dengan ilmu pencegahan DBD.

“Kalau untuk 0 kasus itu memang agak sulit ya, karena pola masyarakat kita itu mobile. Tapi untuk turun ke titik terendah ini saya kira sudah sangat baik. Kita memang selama ini terus melakukan berbagai upaya. Ada penyuluhan ke sekolah, ke masyarakat dan pembekalan kepada bidan desa dan lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga  Nama Kapolsek Toboali Dicatut Oknum OTD, Agam: Masyarakat Jangan Percaya

Rangkuti mengimbau dan mengajak masyarakat di daerah ini dapat terus menerapkan pola hidup bersih dan menjaga kebersihan lingkungan.

Lalu melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) menggunakan metode 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang Barang Bekas).