Ia mengungkapkan, pihaknya sempat merasa kebingungan dara mana titik awal memulai penanggulangan. Sebab, terdapat perbedaan cara penularan antara DBD dan malaria. Baik dari jenis nyamuk atau waktu penularan di mana malaria rentan menjangkit manusia pada malam hari.

“Beberapa waktu lalu kita telah lakukan MBS atau pemeriksaan darah secara massal di dua wilayah itu, ribuan orang yang kita periksa. Rencananya pekan pertama bulan Agustus nanti akan kita kumpulkan seluruh kader, apa saja yang sudah dilakukan karena malaria ini ada terus,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya untuk menekan kasus malaria di dua wilayah tersebut. Selain mendidik kader untuk mendeteksi kasus malaria, pihaknya juga akan menyalurkan bantuan bagi masyarakat berupa kelambu dan racun pembunuh jentik nyamuk.

Baca Juga  Hore! Gaji PPPK Nakes Bangka Barat Akhirnya Cair