Menurut U.S. Department of Health and Human Services, orang yang mengalami hipersensitivitas atau keracunan senyawa klorin dapat mengalami gangguan pada indera penglihatan. Salah satunya adalah iritasi mata yang mungkin terjadi apabila terkena paparan gas klorin secara langsung.

Gejala yang kamu alami bisa berupa mata memerah, panas, berair, dan penglihatan menjadi kabur. Jika mengalami gejala demikian, periksakan segera ke spesialis mata. Selain itu, kamu juga dapat mengalami mual hingga muntah apabila terkena paparan klorin dalam waktu yang lama.

2. Gangguan pada pernapasan

Menurut data kesehatan dari New York State Department of Health, paparan klorin yang paling berbahaya adalah ketika terhirup. Efek masalah kesehatan ini biasanya muncul dalam hitungan detik hingga menit.

Gejala paling umumnya adalah iritasi saluran napas. Tingkat keparahan tergantung pada rute paparan, dosis dan durasi.

3. Ruam pada kulit

Klorin juga bisa mengakibatkan ruam kulit saat berinteraksi langsung dengan tangan. Kondisi ini bisa terjadi karena kamu memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap klorin. Gejalanya bisa berupa terdapat ruam berwarna kemerahan pada area yang terpapar, kulit menjadi bersisik, gatal, dan mengalami bruntusan.

4. Memicu gejala asma

Paparan klorin dalam kolam renang berkaitan dengan peningkatan gejala asma pada perenang. Bahkan, jika perenang tidak memiliki gejala asma sebelumnya. Jika seorang perenang sudah mengalami masalah pernapasan sebelumnya, maka menghirup klorin dapat memperparah gejalanya.

5. Alergi makanan akibat klorin

Diklorofenol, baik dalam pestisida maupun dalam klorinasi air, dapat memicu alergi ketika makanan atau air tersebut kamu konsumsi. Itulah sebabnya, untuk menghindari kondisi demikian perlu mencuci bersih produk makanan sebelum mengolah atau memasaknya.

Nah, jika kamu memiliki anggota keluarga seperti orang tua atau anak yang memiliki alergi klorin atau kulit, pastikan untuk berdiskusi dengan dokter sebelum menggunakan produk perawatan atau mengonsumsi makanan tertentu.

6. Risiko kelainan bawaan

Menurut jurnal Water disinfection by-products and the risk of specific birth defects: a population-based cross-sectional study in Taiwan dalam Springer Nature, wanita hamil yang terpapar trihalometana dalam air berklorin berisiko melahirkan anak dengan kelainan bawaan. Contohnya sumbing, lubang di jantung, atau kurangnya perkembangan otak.

Mau tahu lebih banyak mengenai kelainan bawaan pada anak? Yuk, baca artikelnya di 5 Kelainan Bawaan pada Bayi ini ya!

7. Kerusakan pada paru-paru

Paparan yang lebih tinggi akan menghasilkan cedera pada paru-paru. Kondisi ini terjadi ketika bahan kimia ini sampai mengganggu jalan napas dan alveolar, sehingga memicu edema paru.

Menurut jurnal ilmiah berjudul Persistent effects of chlorine inhalation on respiratory health di The New York Academy of Sciences, menyebutkan bahwa menghirup klorin dapat merusak saluran napas.

Beberapa orang yang terpapar bisa mengalami pemulihan penuh dari cedera akut, sedangkan yang lain mengalami efek samping yang terus-menerus.

8. Berisiko Merusak Rambut

Selain membunuh bakteri dalam kolam renang, klorin bermanfaat sebagai pemutih dalam pembuatan kertas dan kain, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat efek pemutihan ini dapat merusak rambut.

Meski begitu, kamu bisa mencegah risiko dengan membilas rambut secara menyeluruh dengan air nonklorinasi sebelum masuk ke kolam. Sebab, rambut yang sudah basah dengan air bersih akan menyerap lebih sedikit air yang mengandung klorin. (***)