Tentunya, kata dia, dokumen yang telah disampaikan RSUD Sejiran Setason dalam proses akreditasi ini masih ada yang harus dilengkapi. Ratna menyebut bahwa tidak ada kemungkinan gagal proses akreditasi pada RSUD Sejiran Setason karena semua tahapan memiliki tingkatan.

Sementara itu, Surveyor Lafki lainnya, Adhi Permana mengatakan survei luring ini merupakan tindak lanjut dari survei daring yang telah dilakukan pada Jumat (14/7/2023). Hal ini bertujuan untuk meninjau langsung dokumen yang disampaikan dan kondisi di lapangan terkait RSUD Sejiran Setason.

“Jadi hari ini dan besok akan kita survei langsung ke lapangan untuk melihat kesesuaian dokumen yang sudah kita terima dengan fakta yang ada di lapangan. Kita wawancara pemilik, manajemen, dokter-dokter perawat dan seluruh nakes yang melayani di rumah sakit,” katanya.

Baca Juga  Habiskan Dana Rp18,7 Miliar Lebih, Proyek Jalan Sangku-Nyikep Mulai Diaspal

“Termasuk tenaga nonkesehatan pun kita lakukan wawancara misalnya cleaning service, satpam itu kita lihat secara keseluruhan sehingga bisa memperbaiki nilai dalam survei daring yang kemarin. Itu yang akan kita rekomendasikan kepada lembaga dan kemenkes,” jelasnya. (Dev)