KAJIANISLAM,TIMELINES.ID- Menyambut tahun baru Hijriah dalam kalender Islam, umat Muslim dianjurkan untuk memaknai hal ini sebagai refleksi untuk semakin meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Mengingat bulan Muharram memiliki banyak keutamaan.

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriyah, berikut beberapa amalan sunnah yang dapat dilakukan:

1. Merenung dan Bermuhasabah Diri

Amalan menyambut bulan Muharram yang penting adalah bermuhasabah diri. Manfaatkan momen pergantian tahun hijriyah ini untuk merenungkan perjalanan hidup, memperbaiki diri, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

2. Membaca Doa Awal Tahun dan Akhir Tahun

Perbanyaklah membaca doa dan dzikir, seperti istighfar, tahmid, takbir, dan salawat, sebagai ungkapan syukur dan memohon ampunan di awal tahun baru Hijriyah.

Berikut doa akhir tahun yang dapat kamu amalkan:

Allahumma maa ‘amiltu min ‘amalin fi hadzihis-sanati maa nahaitani ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiha ‘alayya bi fadllika ba’da qudratika ‘ala ‘uqubati, wa da’autani ilat taubati min ba’di jara’ati ‘ala ma’shiyatik. Fa inni astaghfiruka, faghfirli wa ma ‘amiltu fîha mimma tardla, wa wa’attani ‘alaihits tsawaba, fa as’aluka an tataqabbala minni wa la taqtha’ raja’i minka ya karim

Baca Juga  Amalan-amalan di Hari dan Malam Jumat

Artinya: ” Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku, Ya Tuhan Yang Maha Pemurah.”

Berikut doa awal tahun hijriyah yang perlu diamalkan:

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal. Wa ‘ala fadllikal ‘azhimi wa karimi judikal mu’awwal. Hadza ‘amun jadiidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fihi minas syaithani wa auliya’ih, wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis-su’i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.

Baca Juga  Meriahnya Lomba Kuliner Kue Khas Bangka di Festival Kenango 1 Muharam

Artinya: “ Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu, Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

3. Memperbanyak Ibadah

Tingkatkan ibadah seperti shalat sunnah, membaca Al-Quran, dan melakukan amal kebaikan. Manfaatkan waktu ini untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan kualitas ibadah Anda.

4. Berpuasa Sunnah

Amalan bulan Muharram lainnya yakni puasa sunah Tasua, Asyura, 11 Muharram dan Ayyamul Bidh. Masing-masing memiliki keutamaan pahala yang besar. Puasa yang paling utama pada bulan Muharram adalah puasa pada hari kesepuluh diikuti satu hari sebelum dan sesudahnya, yaitu tanggal 9 dan 11.

Baca Juga  Sikat Gigi saat Berpuasa Batal atau Tidak?, Ini Jawabannya

Para Muslimah Dimudahkan Allah SWT Masuk Surga, Inilah 6 Amalan yang Dianjurkan

Kemudian puasa yang dilaksanakan pada hari kesembilan (Tasu’a) dan kesepuluh (Asyura). Lalu puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari kesepuluh saja. Umat Islam sangat dianjurkan melaksanakan puasa pada 9, 10 dan 11 Muharram. Akan tetapi boleh juga melaksanakannya pada 9 dan 10 Muharram maupun pada tanggal 10 Muharram saja.

Tak hanya ketiga jenis puasa itu, umat Islam juga diperbolehkan berpuasa sunnah pada ayyamul bidh yaitu pada 13, 14 dan 15 Muharram. Apabila diakumulasikan, umat Islam dapat melaksanakan puasa selama 6 hari mulai tanggal 9 sampai 11 Muharram, kemudian dilanjutkan pada 13 sampai 15 Muharram.

5. Menyambung Silaturahmi

Menyambung silaturahmi tidak hanya mempererat tali persaudaraan akan tetapi juga mendapatkan ridha Allah SWT. Sebagaimana hadits Qudsi riwayat Tirmidzi & Abu Dawud, dikatakan bahwa: