Akan tetapi, kata Arifin pada umumnya berat varietas Durian Tok Dulah ini berkisar 1,5-2,5 kilogram per buah.

“Kalau harganya dulu normal saya jual, harga kali lima 100 ribu per buah, tidak melihat ukuran atau beratnya kita pukul rata. Sekarang tidak lagi kami jual 100 ribu walaupun kami tidak patok harga mahal. Paling 200 ribu lebih per buah,” ungkapnya.

Disinggung terkait upayanya dalam mempertahankan pohon induk durian ini yang tersisa tinggal dua, ia siap membuka diri ketika ada investor yang mau diajak bekerja sama.

“Kalau ada investor atau orang yang mau kerja sama tidak masalah, itu lebih baik agar durian di Babar lebih berkualitas kalau dikembangkan. Kebetulan saya hobi berkebun, sudah mengembangkan juga ada dua stek dan ditanam sudah jalan empat tahun,” ungkapnya.

Baca Juga  Lagi Asyik Berboncengan, Pasutri asal Mentok Diringkus, Ternyata Kantongi 20 Paket Sabu

Sebelumnya diberitakan, Kelompok Tani (Poktan) Argo Tani Grup Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat (Babar) kembali menggelar kegiatan Kontes Durian Hutan pada Sabtu (22/7/2023) siang di Taman Duku Resto Parittiga.

Kontes bertajuk Negeri Sejiran Setason Durian Fest dan mengangkat tema Petani Pacu Produktivitas Hasil Panen Bangkit Berkelas tersebut diikuti 15 varietas durian hutan Babar.

Memang, kontes kali ini hanya dibuka untuk varietas durian hutan lokal Babar saja.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Poktan Argo Tani Parittiga Arif Rakhman Akim.

Ketua Pelaksana Acara Kontes Durian Hutan ini mengatakan 15 varietas yang mengikuti kontes durian ini berasal tiga kecamatan yaitu Kelapa, Parittiga dan Jebus.

Baca Juga  Tadi Malam, 4 Petinju Babar Melaju ke Babak Final

“Mungkin yang dari kecamatan lain itu buahnya tidak merata, makanya tidak ikut. Untuk penilaian kita yaitu meliputi beberapa aspek, dari mulai warna, ketebalan, jumlah massa daging sama bentuk dan teksturnya,” ungkapnya saat dikonfirmasi wartawan.