Perangi Korupsi melalui Tulisan
Sementara jumlah desa di Kabupaten Bangka Selatan sebanyak lima puluh (50) Desa.
Tak heran bila Kepala Kejaksaan Negeri Toboali Bangka Selatan Riama BR Sihite, SH prihatin terhadap minimnya peserta yang ikut berpartisipasi.
Soal kualitas tulisan, deretan diksi yang ditulis para kades ini justru tak kalah kasta dengan para penulis kolom yang biasa menulis di media massa.
Keraguan dan merasa kurang percaya diri tampaknya masih terlihat.
Ini hanya soal habbit writing saja. Soal kebiasaan saja.
Sementara menulis itu mudah. Jauh lebih sulit dalam menata dan mengakuntansikan pengelolaan keuangan desa.
Padahal dari tulisan para kades yang ikut mengirimkan tulisan, penulis menilai tulisan mereka sangat baik dengan dukungan data tulisan yang banyak.
Data adalah roh sebuah tulisan yang bergizi tinggi bagi para pembaca.
Ke depan tentu kita berharap, kegiatan lomba menulis karya ilmiah tentang strategi melawan korupsi pengelolaan dana desa akan berlimpah peserta.
Lewat tulisan tentunya, para kades bisa memaparkan strategi mereka dalam pengelolaan dana desa dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Lewat tulisan, para kepala desa bisa menggagas upaya dan strategi dalam melawan korupsi pengelolaan dana desa yang jumlahnya tidak sedikit.
Kita berharap, usaha untuk “berperang” melawan korupsi pengelolaan dana Desa terus bergema dan bergaung tanpa henti.
Kemuliaan kepala desa dalam pengelolaan dana desa bukan hanya untuk kesejahteraan rakyat dan memajukan pembangunan desa yang mereka nakhodai, namun mampu terhindar dari perilaku purba yang bernama korupsi yang sangat jelas adalah musuh bangsa.
Dan kita sungguh percaya terhadap dedikasi para kepala desa ini mampu memuliakan diri mereka sebagai pengemban amanah rakyat dengan bekerja untuk kesejahteraan rakyat dan memajukan pembangunan desa serta tentunya tidak berperilaku korupsi.
Rusmin Sopian, Penulis yang Tinggal di Toboali, Bangka Selatan

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.