Selesaikan Masalah PPDB SMA/SMK di Bangka Tengah, Yunan Helmi: Kami akan Kaji Kembali
M.Soleh menambahkan saat ini jumlah sekolah di Babel sudah sangat cukup untuk menampung semua lulusan SMP. Bahkan tahun ini banyak sekolah swasta yang akan tutup karena masyarakat semakin meminati sekolah negeri.
“Tahun ini sekolah THB siswanya 0, IT Albina 0, Depati Amir baru 1 orang, PGRI baru 10 dan SMA Swadaya juga hanya 14 orang. Sangat kita sesali ini karena akan menyebabkan pengangguran bagi guru-guru kita,” terang Soleh.
Oleh karena itu jika Soleh berharap jika anak-anak tidak dapat sekolah di negeri bisa ke swasta dan bagi yang tidak mampu dapat mengajukan beasiswa ke Pemerintah Provinsi Babel.
“Dulu orang tidak dapat di sekolah negeri ya masuk sekolah swasta. Anak yatim piatu atau anak yatim dapat bantuan, kita beri beasiswa agar swasta tidak memungut biaya,” ujarnya.
Sementara, perwakilan dari Almaster, Puspasari mengatakan dirinya bersama pengunjuk rasa yang lain akan menunggu hasil dari waktu yang telah dijanjikan oleh Plh Kepala Dinas Pendidikan Babel dan Asisten I Setda Babel.
“Mereka tidak bisa memberi kepastian hari ini. Meski harus ada waktu untuk mengeluarkan keputusan kami akan menunggu, namun kami mengharuskan ada penambahan rombel atau kelas itu karena hak anak harus dipenuhi dulu. Sebelum fasilitas sekolahnya yang dibaguskan, penuhi dulu hak anak baru bangun fasilitasnya,”imbuhnya. (Elza)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.