PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Anggota DPRD Kabupaten Bangka Tengah, melakukan audiensi bersama Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Suganda Pandapotan Pasaribu untuk membahas persoalan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di kecamatan Koba Bangka tengah.

“Disini kita menyampaikan aspirasi terkait persoalan PPDB tingkat SMA/SMK di Kabupaten Bangka tengah khususnya di kecamatan koba yang mana ada Anak-anak kami 33 orang hingga saat ini belum bisa diakomodir sekolah negeri,” kata Wakil Ketua I DPRD Bangka tengah Fraksi Golkar, Batianus kepada Timelines.Id usai audiensi bersama Pj Gubenrur Babel Suganda Pandapotan Pasaribu di rumah dinas Gubernur Babel, Selasa.

Batianus mengatakan saat ini SMA Negeri 1 Koba mampu menampung 33 siswa-siswi yang belum terakomodir ini asalkan ada persetujuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel atau Dinas Pendidikan Babel untuk menambah ruang belajar atau rombel, karena SMA Negeri 1 mampu menambah 1 rombel lagi, meski sebelumnya sudah ada 7 rombel.

Baca Juga  Bupati Belitung Adukan Persoalan Plasma PT Foresta Lestari Dwikarya ke Pj Gubernur Suganda

“Kita sangat mengapresiasi aturan yang dibuat oleh Pj Gubernur Babel. Pak Pj sigap menanggapinya dan langsung meminta Kadindik Babel untuk berangkat ke Kemendikbudristek meminta perizinan untuk SMA 1 buka rombel karena perizinannya di Kemendikbudristek RI,” ujarnya.

Menurut Batianus persoalan PPDB di kabupaten Bangka tengah memang berbeda dengan kabupaten kotanlain di Kepulauan Bangka Bekitung karena di Kabupaten Bangka tengah khususnya di kecamatan Koba hanya ada 1 SMA Negeri dan SMK Negeri sehingga jika sekolah tersebut tidak membuka rombel maka Anak-anak tidak akan terakomodir.