Tidak hanya itu, dengan membaca kita dapat mengetahui banyak hal, baik hal yang nyata atau tidak nyata (nonfiksi). Membaca juga di penting bagi anak untuk perkembangannya, agar anak dapat memiliki wawasan yang luas dibanding anak yang malas untuk membaca dan lebih memilih untuk berlama-lama dengan gawainya.

Menurut saya buku bacaan dongeng diperlukan bagi anak, agar anak dapat mengetahui cerita-cerita yang telah lama menjadi sejarah indonesia yakni cerita dongeng.

Menjadikan anak tahu akan sejarah dan cerita yang dapat membangun sikap atau kebiasaan yang baik bagi anak.

Miris rasanya buku dongeng pada saat ini dilupakan, anak lebih memilih gawainya.

Dongeng yang seharusnya dimanfaatkan oleh para orang tua untuk bahan perkembangan sang anak, tapi dilupakan begitu saja.

Baca Juga  Revolusi Digital di Sekolah

Upaya apa yang harus kita lakukan?

Gawai memang tidak sepenuhnya memiliki hal negatif bagi penggunanya akan tetapi banyaknya dampak dari pengaruh gawai menjadikan gawai sebagai biang akan rendahnya minat untuk membaca.

Sebenarnya faktornya tidak hanya gawai tetapi dari orang tua juga yang tidak mengatur batas waktu penggunaan gawai sang anak yang menjadikan sang anak berlama-lama menggunakan gawai mereka.

Upaya yang dapat kita lakukan agar dapat meningkatkan minat baca bagi anak bahkan untuk menyadarkan para orang tua untuk dapat menjadikan dongeng sebagai bahan perkembangan anak.

Pertama, orang tua harus lebih berfikir cerdas dalam menanggulangi dampak dan akibat pada setiap perubahan zaman, jangan sampai orang tua acuh terhadap perkembangan zaman yang nantinya menjadi akibat buruk bagi sang anak.

Baca Juga  Refleksi dan Harapan 80 Tahun Indonesia Merdeka

Kedua, orang tua harus meluangkan waktu untuk anak, agar anak tidak merasa kesepian dan jangan lah memberikan gawai pada sang anak jika sang anak memang belum waktunya membutuhkan gawai, agar sang anak dapat fokus pada bimbingan orang tua.

Ketiga, orang tua membelikan buku dongeng bagi anak untuk menjadi bahan bacaan bagi anak, jika anak belum bisa membaca orang tua yang menjadi pendongeng untuk anak dan jadikan kegiatan itu rutin.

Terakhir, jika anak telah memiliki gawai, perlu bagi orang tua untuk membatasi waktu penggunaan gawai, menasihati anak agar lebih bijak dalam menggunaan gawai.

Orang tua bisa memeriksa informasi apa yang telah dicari sang anak bila sang anak masih di bawah umur.

Baca Juga  Asak Kawa Pasti Pacak dari Sektor Pertambangan Move On ke Pariwisata

Setelah batas waktu penggunaan gawai orang tua bisa memberikan dongeng untuk mereka agar bisa menyeimbangi kesukaan bermain gawai dengan kesukaan mendengarkan dan membaca dongeng.

Aisyha Cahyaningtias mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.