KESEHATAN,TIMELINES.ID- Kebutuhan cairan pada tubuh yang tercukupi dapat membuat kamu terhindar dari penyakit yang menyerang saluran kemih. Salah satu penyakit yang dapat menyerang kandung kemih atau uretra adalah striktur uretra.

Uretra adalah bagian tubuh yang mengalirkan urine dari kandung kemih. Penyakit striktur uretra adalah penyempitan pada uretra yang dapat menghambat aliran urine yang keluar.

Ini yang membuat kamu merasa nyeri ketika buang air kecil. Kondisi ini umumnya terjadi pada pria dan cukup jarang terjadi pada wanita. Namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini diderita oleh wanita.

Penyebab kencing yang bercabang

Split stream urination, atau yang lebih umum dikenal sebagai kencing bercabang, terjadi jika aliran urine dari kandung kemih ke saluran kemih lain saat buang air kecil terbelah menjadi dua arah yang berbeda. Sebagian besar kasusnya lebih banyak terjadi pada pria daripada wanita.

Baca Juga  4 Manfaat Kopi Luwak Bagi Kesehatan, Nomor 3 Penting Buat Kamu

Berikut beberapa faktor yang jadi penyebabnya.

1. Perbedaan struktur saluran kencing

Meskipun sekilas tampak aneh, sebenarnya ini merupakan kondisi normal yang terjadi karena bentuk lubang saluran kencing setiap orang tidak sama. Pada akhirnya, setiap orang memang memiliki susunan anatomi yang beragam.

Saluran yang berfungsi mengeluarkan urine disebut uretra. Pria yang biasa buang air kecil lewat satu aliran mungkin hanya memiliki satu uretra, sedangkan orang lain bisa saja kencing bercabang karena punya dua saluran tersebut.

2. Perlengketan saluran kemih

Alasan lainnya adalah karena tekanan aliran urine yang dihasilkan tubuh terlalu rendah sehingga jalan keluarnya urine terbelah menjadi dua. Ini biasanya terjadi karena uretra mengalami sedikit perlengketan yang menyebabkan pancaran urine tidak cukup kuat.

Baca Juga  Cara Mudah Mengetahui Jenis Kulit Wajah, Ini Langkahnya

Perlengketan di saluran uretra ini sering kali terjadi saat ejakulasi atau orgasme pada pria. Selain mengalirkan air kencing, uretra juga berperan dalam proses keluarnya air mani yang mengandung sperma. Sayangnya, pengeluaran air mani tidak selalu berjalan dengan optimal.

Bila air mani tidak keluar seutuhnya, bisa saja ada sisa air mani yang terjebak dalam uretra dan menjadi kering. Air mani yang kering tersebut membuat aliran urine terhambat (anuria). Tekanan aliran urine pun menjadi lemah dan keluar dalam dua arah.

3. Hambatan dari kulup penis

Pria dengan kulup penis yang terlalu ketat (fimosis) atau belum disunat juga berisiko mengalami dua aliran kencing ini. Kulit kulup penis alias preputium pada pria yang belum disunat akan membagi aliran kencing ke dua arah berbeda.

Baca Juga  Bahaya Posisi Kencing Berdiri, Para Pria Wajib Tahu