Sungguh harum nafasmu

Nan hangat cintamu

Dan kini, segala tentangmu akan kujadikan cerita indah sebelum tidurku

Akan ku jadikan bayang kerinduan di setiap sebelum terlelapku

Dan aku pun jadikan pelabuhan indah dalam alam mimpi

Segala jiwa ini, hidup ini, dan hati ini

Puisi cinta ini mengungkapkan kekaguman seseorang pada orang lain yang sangat sempurna baginya. Bahkan, dalam setiap tidurnya pun terus membayangkannya, dan dijadikan sebagai teman tidur.

“Penikmat Rindu”

Aku, hanyalah sebagai penikmat rindumu saja

Dan hanya anginnya yang membawa padaku

Menyebar bagaikan seluruh saraf di kepalaku

Yang memaki sanubari tentangmu

Pada awan yang selalu berdampingan dengan langit

Pada angin yang selalu bertiup setiap saat

Baca Juga  Dariku untukmu

Melalui rasa amat dingin yang telah tercipta

Sampaikanlah rasa ini untuknya

Mungkin langit yang terlalu membisu

Untuk mengungkapkan segala rasa tentang dirimu

Senyummu pun meracuni sebagian jiwaku

Sampai hatiku, serta benakku selalu

Puisi cinta ini mengungkapkan sebuah rasa rindu yang sangat menggebu. Bahkan rindunya itu hanya mampu disampaikan melalui angin dan langit saja. Dan untuk menyampaikan rasa rindunya itu, tak mampu dilakukan secara langsung.
(**)