Aksi puluhan petani sawit Desa Mapur di Kantor PT Gunung Pelawan Lestari (GPL), Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Rabu (2/8/2023). (Foto: Zuesty Novianty)

Sementara, Kepala Kantor PT GPL Wilayah Bangka, Adiansyah mengatakan menyikapi aspirasi para petani dari Desa Mapur perusahaan memiliki aturan dalam menerima TBS yang masuk ke pabrik PT GPL.

Menurut dia, sejak awal pihaknya menerima antrean bagi petani ESA sebanyak 4 truk dan 1 truk untuk petani umum. Namun, karena minat masyarakat berkembang pesat dalam sektor perkebunan sawit sehingga terjadi lonjakan panen di kalangan petani umum.

“Sebenarnya kita dari awal sudah ada aturan , petani ESA dan umum pola antrean masuk TBS kita lakukan 4 truk petani ESA, satu truk petani umum. Dulu produksi buah sawit Desa Mapur hanya 10 truk, sekarang minat masyarakat berkebun sawit dan produksi buah sudah banyak faktor ini jadi pemicu,” kata Adiansyah.

Baca Juga  Beroperasi di DAS Lumut Riau Silip, Satpol PP Bangka Bubarkan Penambang TI Sebu

Dia menegaskan, PT GPL komit dalam membina petani sawit di luar progam plasma. Namun dalam hal ini, Adiansyah berjanji akan melakukan peninjauan ulang mengenai aspirasi petani dari Desa Mapur.

“Kita dari perusahaan juga membina petani ESA menyampaikan bagaimana sistem budidaya sawit, tidak gunakan pembakaran dalam buka lahan. Petani ESA ini petani dibina perusahaan di luar program plasma. Intinya ada peningkatan produksi buah sawit hingga terjadi penyampaian aspirasi petani sawit, terkait aspirasi masyarakat kita tinjau ulang nanti akan kita sampaikan dengan pimpinan,” tutupnya. (East)