Pengaruh Sastra Siber dalam Perkembangan Karya Sastra
Di antara bentuk kontra pada Graffiti Gratitude yang merupakan buku antalogi puisi siber.
Ahmadun Yosi Herfanda dalam artikelnya secara terang-terangan menyebut puisi yang terbit di internet sebagai “tong sampah”, karena karya yang terbit di internet adalah jenis sastra yang tidak bisa terbit di media cetak seperti koran dan majalah.
Selain itu banyak orang yang asal asalan menuliskan karya tersebut dan menerbitkanya.
Terlalu banyak sastra karya sastra yang beredar membuat sulit menemukan mana yang benar-benar bisa disebut sebuah karya sastra.
Hal tersebut tentunya mengurangi eksistensi nilai-nilai dari sastra yang terkandung.
Tetapi juga ada point positif yang dapat di ambil, semua orang mempunyai hak untuk berkarya di media sosial.
Hal tersebut membuat penulis – penulis baru banyak bermunculan untuk menuangkan ide dan pemikiranya dalam sebuah karya yang kreatif.
Dengan itu, sastra dapat berkembang dengan tidak terbatasnya genre serta ide kreatif dalam menulis sebuah karya
Namun kembali lagi, setiap orang akan menyikapinya dengan sudut pandang yang berbeda.
Ada yang berpendapat bahwa siber sastra memiliki pengaruh yang positif terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia.
Adapula yang berpendapat sebaliknya.
Terlepas dari keduanya, sastra siber merupakan bentuk kemajuan dari proses panjang perjalanan di setiap periodenya
Citra Ramadhani, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.