BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID – Anggota DPRD Bangka Selatan, Yogi Maulana berharap konflik lahan antara warga Desa Kepoh dengan Perusahaan sawit PT. FAL dapat segera diselesaikan dengan kepala dingin.

“Pemkab Basel bersama PT FAL dan warga Kepoh dapat melakukan pertemuan menyelesaikan persoalan ini. Selesaikan dengan secepatnya. Jangan sampai terjadi konflik ini semakin membesar,” kata Yogi kepada wartawan Minggu (6/8/2023).

Selaku wakil rakyat, dirinya siap mendampingi masyarakat Kepoh menyelesaikan permasalahan masalah lahan desa  dengan Perusahaan.

Di sisi lain, politisi Gerindra ini meminta kepada pihak aparat hukum di Basel dapat mengusut oknum penjual lahan Desa Kepoh ke PT FAL.

“Informasi yang kita terima masyarakat Kepoh tidak ada menjual lahan itu PT FAL. Begitu juga Pemdes Kepoh tidak ada. Jadi siapa oknumnya, kita minta aparat hukum turun mengusut kasus ini,” tutup Yogi.

Baca Juga  Siang Ini Bupati Basel akan Bertemu dengan Warga Desa Kepoh dan PT FAL

Dilansir, perwakilan pendemo warga Desa Kepoh, Kodri Abu meminta aparat hukum turun menyelidikan siapa oknum penjual ratusan hektar lahan Desa Kepoh ke PT Fal.

Pasalnya, menurut Kodri Abu tidak ada satupun warga Kepoh yang menjual lahan desa.

“Lahan Kepoh ini habis kami menduga ada mafia tanah yang menjualnya. Kami tidak tahu siapa yang menjual itu. Warga Kepoh tidak ada menjual itu. Sehingga kami minta kepolisian menyelidikan dugaan penjualan lahan oleh mafia tanah dan tangkap pelakunya,” tegas Kodri.

Senada dikatakan Kades Kepoh, Udayasa bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat jual beli apapun karena batas desa juga belum jelas.

Dilansir, puluhan warga Desa Kepoh melakukan unjuk rasa di Kantor BPD dan Desa, Jumat (4/8/2023) pagi.

Baca Juga  PT FAL Laporkan Dugaan Pengrusakan Kebun Sawit di Desa Kepoh, Polres Basel Lakukan Penyelidikan

Mereka menuntut PT Fenyen Agro Lestari, Perusahaan perkebunan sawit untuk mengembalikan sekitar 700 hektar lahan Desa Kepoh yang telah digarap perusahaan.