Atau jika Perusahaan tidak mampu mengembalikan maka PT Fenyen Agro Lestari diminta untuk mengganti rugi lahan milik desa.

Demikian dikatakan salah satu perwakilan pendemo, Kodri Abu usai menggelar unjuk rasa di Kantor Desa Kepoh.

“Kami ke kantor desa minta PT FAL berhenti karena mereka menggarap lahan Kepoh luasnya 700 hektar lebih. Sampai saat ini mereka masih bekerja. Padahal sudah ada surat imbauan Bupati Basel untuk berhenti tetapi sampai saat ini mereka masih bekerja,” kata Kodri.

Ia berharap lahan 700 hektar lebih dikembali atau dilakukan ganti rugi ke Desa Kepoh.

Kodri menyebutkan hingga saat ini sejak dibukannya lahan PT FAL belum ada sosialisasi kepada masyarakat Desa Kepoh.

Baca Juga  Jago Merah Lalap Rumah dan Gudang di Desa Kepoh, Udayasa: Tak Ada Korban Jiwa

“Kami tadi bertemu dengan Kades Kepoh dan Pak Kades mengatakan akan mengajak warga bertemu dengan Bupati dan Kapolres, DPRD,” imbuhnya.

Kodri berharap Forkopimda di Basel segera menyelesaikan persoalan ini sehingga tidak berlarut-larut dan membuat masyarakat akan terus turun ke lapangan.

Terpisah, Udayasa menyebutkan pihaknya menerima aspirasi warga dan akan menindaklanjutinya untuk bertemu Bupati Basel pada Senin (7/8/2023) mendatang.

“Pemdes Kepoh siap menindaklanjuti aspirasi warga untuk bertemu dengan Bupati dan BPMPD kita jadwalkan pada Senin depan,” kata Udayasa.

Menurutnya, pada persoalan ini masyarakat mempertanyakan siapa yang menjual lahan Desa Kepoh karena desa tidak pernah menerbitkan surat apapun terkait jual beli lahan ini.

Baca Juga  Brak! Kecelakaan Maut di Desa Jeriji, Pengemudi Sepeda Meninggal Dunia

“Kalau luas awal sekitar 1400 an hektar. Tetapi ini masih saling klaim Kepoh dan Jeriji. Kita tidak bisa menetapkan lahan itu berapa karena belum ada batas desa. Desa tidak pernah mengeluarkan surat jual beli apapun karena batas desa juga belum jelas,” tutup Udayasa.