5 Fakta Sehat tentang Kacang Kedelai, Bisa Jadi Pengganti Daging Merah
Menurut situs Harvard School of Public Health, jumlah protein pada produk olahan kedelai seperti tahu atau tempe dapat menggantikan jumlah protein dari daging merah dan sumber protein lainnya.
Daging merah mengandung lemak jenuh tinggi yang dapat menyebabkan penumpukan kolesterol dalam tubuh dan berkaitan dengan penyakit kardiovaskular.
Sementara itu, kedelai mengandung lemak tak jenuh ganda (lemak baik) yang jauh lebih sehat. Tidak diragukan lagi kalau kedelai bisa memenuhi asupan lemak yang dibutuhkan tubuh dengan cara yang lebih sehat.
4. Makan kedelai aman untuk kesuburan pria
Banyak orang yang bilang kalau pria tidak boleh makan kacang kedelai karena bisa memicu masalah kesuburan. Kandungan isoflavon pada kedelai dikhawatirkan dapat menurunkan hormon testosteron pada pria sehingga dapat mengakibatkan kesulitan memiliki keturunan.
Penelitian dalam jurnal Andrology (2015) mengungkapkan tidak adanya kaitan antara kandungan isoflavon pada kedelai dengan masalah infertilitas pada 187 pria berpasangan.
Itu artinya, kedelai tidak membuat pria mengalami masalah kesuburan. Konsumsi kacang kedelai justru bisa menurunkan risiko kanker prostat pada pria.
5. Sebagian orang alergi kedelai
Banyak yang beralih mengonsumsi susu kedelai ketika memiliki alergi terhadap susu sapi. Padahal, tahukah Anda bahwa beberapa orang juga bisa mengalami alergi kedelai dan produk olahannya?
Ya, menurut American College of Allergies, Asthma, and Immunology, alergi kedelai cukup umum terjadi terutama pada anak di bawah usia 3 tahun.
Gejala yang ditimbulkan mungkin bisa dibilang mirip seperti alergi susu sapi, seperti mual, muntah, diare, gatal-gatal, hingga kemerahan.
Namun, karena gejala yang muncul biasanya cukup umum, Anda mungkin tidak menyadari bahwa hal tersebut mengarah pada alergi kedelai. Untuk memastikannya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes alergi bila diperlukan.(***)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.