“Paling lambat akhir tahun ini kita akan merilis bursa CPO,” kata Farid.

Ia mengatakan bahwa pembentukan bursa ini untuk mencegah terjadinya permainan harga CPO atau monopoli harga oleh korporasi-korporasi besar. Selama ini dalam menentukan harga acuan CPO masih berpatokan pada harga yang ditentukan oleh bursa Malaysia dan Rotterdam.

Hal inilah yang kemudian mendorong Kementrian Perdangan RI untuk membuat bursa komoditas kelapa sawit, sehingga perusahaan dapat menjual langsung produknya kepada buyer.

Dengan adanya bursa ini pembeli harus membeli dari bursa dan kita juga bisa tahu berapa dan siapa yang menjual dari banyaknya suplier yang ada di Indonesia kepada banyaknya pembeli yang ada di luar.

Baca Juga  Isi Waktu Luang dengan Bercocok Tanam, Siswa Pemali Boarding School PT Timah Tbk Panen Tomat dan Pepaya

“Otomatis harga yang dikeluarkan adalah harga real,” tutupnya.