Kisah Pilu di Puskesmas Simpang Rimba, Belasan Tahun Kekurangan Air Bersih, Keluarga Pasien Bahkan Bawa Air dari Rumah
Salah satu tenaga medis yang tinggal di rumah dinas di Puskesmas Simpang Rimba mengungkapkan sebenarnya dulu ada sumur bor yang biasa digunakan.
Tetapi sumur itu menggunakan tenaga surya sehingga setelah pergantian ke listrik akhirnya sumur ini sudah lama tidak digunakan.
“Padahal airnya ada. Tapi mungkin karena sudah lama tidak pakai, atau mungkin ada pipa yang buntu sehingga harus diperbaiki lagi atau dibor ulang,” ungkapnya yang enggan disebutkan identitasnya kepada wartawan, Minggu (12/8/2023).
Menurutnya, karena posisi puskemas di dataran tinggi sehingga membutuhkan bor yang besar untuk membuat sumur.
“Ini tidak bisa pakai bor kecil, karena sudah dua kali dicoba tetapi tidak bisa. Jadi harus pakai bor besar. Dan itu perkiraan membutuhkan biaya mencapai Rp60 juta,” imbuhnya.
Ia juga menceritakan kondisi puskemas ketika itu tidak memiliki air sehingga keluarga pasien memutuskan untuk membawa air dari rumah.
“Pernah sampai keluarga pasien yang membawa air dari rumah karena memang kita tidak ada air lagi,” jelasnya.
Ia berharap para pemimpin dan wakil rakyat di Basel dapat mendengar keluhan ini sehingga segera memperjuangkan kebutuhan air bersih ini di Puskesmas Simpang Rimba.
“Sedih kadang-kadang, pekerjaan kami berusaha maksimal memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat tetapi di sisi lain kebutuhan pokok kami pun tidak terpenuhi. Kami berharap persoalan ini segera dapat diatasi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.