NASIONAL, TIMELINES.ID – TNI AL dalam tugasnya mengamankan lautan Indonesia dilengkapi dengan SSAT (sistem senjata armada terpadu) yang terdiri atas kapal perang, pesawat terbang, pangkalan dan marinir.

Kapal perang tentu menjadi inti dari sistem ini karena menjadi gelar kekuatan TNI AL di lautan.

Demikian dikutip dari Satu Harapan.com.

Menilik fungsinya, TNI AL membagi kapal perangnya ke dalam 4 bagian yaitu armada pemukul, armada patroli, armada pendukung (supporting) dan armada lainnya.

Di dalam artikel ini akan dibahas mengenai armada pemukul sebagai satuan yang bertugas untuk menghancurkan musuh. Apa saja kapal perangnya? Simak di bawah ini seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Fregat Ahmad Yani Class (Van Speijk Class). TNI AL memiliki 6 unit kapal perang jenis fregat ini yaitu KRI Ahmad Yani, KRI Slamet Riyadi, KRI Yos Sudarso, KRI Abdul Halim Perdanakusuma serta KRI Satsuit Tubun.

Keenam kapal ini dibeli TNI AL dari angkatan laut Belanda pada dekade awal 1980an.

Meskipun  usianya sudah cukup tua, kapal ini masih sangat diandalkan TNI AL dan sudah mengalami berbagai retrofit dan refurbishment seperti penggantian mesin dan sistem senjata. Spesifikasi Ahmad Yani Class :

  • Bobot 2.940 ton
  • Panjang 113,42 meter, tinggi 12,51 meter  dan lebar 4,57 meter.
  • Ditenagai oleh 2 mesin diesel Caterpillar CAT DITA 3616, Reintjes WAV 1000 yang menghasilkan 16.000 hp yang sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 28,5 knot.
  • Awak 180 pelaut
  • Sistem elektronika diisi radar LW-03 2-D air search, sonar PHS-32. Fire control M-44 SAM control serta perangkat perang elektronika UA-8/9 intercept. Sebagai pertahanan diri mempunyai 2 peluncur decoy RL.

Sedangkan persenjataann ofensifnya terdiri atas :

  • 8 peluru Kendali surface to surface C-802 dengan jangkauan maksimum 120 kilometer, berkecepatan 0,9 mach, berpemandu active radar homing dengan hulu ledak seberat 165 kilogram atau 4 keluru kendali surface to surface P-800 Oniks/ Yakhont dengan jangkauan maksimum 300 kilometer , berkecepatan 2,5 mach, dengan sistem peluncur vertikal (VLS/vertical  launch system) dengan hulu ledak seberat 300 kilogram
  • 4 peluru kendali antiserangan udara Mistral dalam peluncur Simbad laras ganda. Jangkauan efektif adalah 6 kilometer, berpemandu infra merah dengan berat hulu ledak 2,95 kilogram. Berkemampuan mencegat pesawat tempur, helikopter dan rudal lawan.
  • 1 meriam Oto Melara kaliber 76 mm dengan kecepatan tembakan 85 rpm (round per minute) dengan  jangkauan maksimal 16 kilometer untuk target permukaan dan 12 kilometer untuk target udara.
  • 2 machine gun kaliber 12,7 mm
  • 12 torpedo Honeywell Mk. dengan jangkauan 11 kilometer, kecepatan 40 knot dan berhulu ledak 44 kilogram untuk menghantam sasaran kapal selam dan kapal permukaan musuh.
Baca Juga  Menag: Maulid Nabi, Teladan Rasulullah tentang Persatuan dalam Keragaman

2. Fregat Fatahillah Class. Fatahillah Class merupakan sebuah fregat buatan galangan kapal Wilton-Fijenoord, Schiedam, Belanda pada tahun 1979.

Dengan jumlah 3 kapal terdiri atas KRI Fatahillah, KRI Malahayati dan KRI Nala, kapal ini bertugas sebagai armada pemukul dengan kemampuan antikapal permukaan, antikapal selam dan antipesawat udara. Spesifikasi fregat ini adalah

  • Bobot 1.450 ton
  • Dimensi panjang 83,85 meter , tinggi 11,10 meter  dan lebar 3,30 meter.
  • Ditenagai 2 mesin diesel bertenaga 8.000 hp dan 1 boost gas turbine dengan tenaga 22.360 hp yang sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 30 knot.
  • Awak 82 pelaut
  • Sistem elektronika dan sensor radar Racal Decca AC 1229 untuk surface search dan Signaal DA 05 untuk air and surface search yang dilengkapi fire control Signaal WM 28. Sistem sonarnya mengunakan Signaal PHS 32 serta dilengkapi sistem pengecoh 2 Knebworth Corvus 3-tubed launchers dan 1 T-Mk 6 torpedo decoy.

Sedangkan senjata pemukulnya meliputi :

  • 4 rudal surface to surface Exocet MM38
  • 1 meriam Bofors kaliber 120 mm dengan kecepatan tembakan 80 rpm (round per minute), berdaya jangkau 18.5 kilometer dengan sistem pemandu tembakan Signaal WM28.
  • 2 kanon antiserangan udara Rheinmetall kaliber 20 mm dengan kecepatan tembakan 1.000 rpm dan berdaya jangkau 2 kilometer.
  • 6 torpedo Honeywell Mk. 46 dengan jangkauan 11 kilometer, berkecepatan 40 knot untuk menghajar kapal selam dan kapal permukaan.
  • Roket antikapal selam Bofors ASR 375 mm laras ganda.
Baca Juga  Satgas dan TNI AL Gagalkan Penyeludupan 25 Ton Timah di Perairan Tanjung Kerasak

3. Fregat Ki Hajar Dewantara Class. Fregat ini selain sebagai kapal tempur juga merupakan kapal latih.  TNI AL mengoperasikan 1 unit kapal kelas ini.  Spesifikasi kapal ini adalah :

  • Bobot 1.850 ton
  • Dimensi panjang 96,70 meter , tinggi 11,2 meter dan lebar 3,55 meter
  • Ditenagai 2 mesin diesel yang menghasilkan tenaga 7.000 hp dan 1 boost turbine dengan daya 22,300 hp yang sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 27 knot.
  • Awak  91 pelaut. Jika digunakan sebagai kapal perang latih, maka bisa mengangkut 14 instruktur dan 100 taruna angkatan laut.

Adapun senjata KRI Ki Hajar Dewantara adalah:

  • 4 rudal permukaan-ke-permukaan Exocet MM38
  • 1 meriam Bofors kaliber 57mm dengan kecepatan tembakan 200 round per minute (rpm) dan berdaya jangkau 17 kilometer untuk target permukaan dan udara.
  • 2 kanon antiserangan udara Rheinmetall kaliber 20 mm dengan kecepatan tembakan 1.000 rpm, berdaya jangkau 2 kilometer.
  • 4 torpedo SUT, berdaya jangkau 28 kilometer dengan kecepatan 23 knot
  • Mortir antikapal selam
  • Rudal antiserangan udara Mistral.

4. Korvet Diponegoro Class (Sigma Class). Kapal ini merupakan korvet yang dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda dan mulai masuk dinas TNI AL mulai tahun 2005.

TNI AL memiliki 4 kapal ini yaitu KRI Diponegoro, KRI Sultan Hasanuddin, KRI Frans Kaisiepo dan KRI Sultan Iskandar Muda. Spesifikasi Diponegoro Class adalah :

  • Bobot 1.700 ton
  • Dimensi panjang 90 meter
  • Ditenagai 2 mesin diesel  V28-33D STC (sequintial turbo charging) produksi MAN Diesel berkonfigurasi V 20 silinder yang mampu membuat kapal melaju sampai 30 knot. Dengan kekuatan 8900 kW masing-masing menggerakan sebuah baling-baling yang bisa diatur kemiringan bilahnya
  • Sistem elektronika dilengkapi radar utama MW08 3D berjarak jangkau 105 kilometer dengan kontrol tembak LIROD Mk2. Sonarnya adalah Thales Kingklip aktif/pasif ASW hull mounted sonar. Sistem manajemen tempurnya dipasok Thales TACTICOS yang mengintegrasikan sistem komando kontrol, sensor dan komunikasi standar NATO.
Baca Juga  6,1 Ton Timah dari Pangkalbalam Diamankan TNI AL di Tanjung Priok

Sedangkan persenjataannya adalah :

  • 4 rudal permukaan ke permukaan Exocet MM40 Block II yang mampu menjangkau target berjarak 180 kilometer
  • 8 rudal permukaan ke udara Mistral
  • Meriam utama OtoMelara 76 mm
  • 2 Auxiliary Gun 20 mm Vector G12
  • Torpedo B515 tipe 3A 244S Mode II/MU 90

5. Korvet Kapitan Pattimura Class (Parchim Class). TNI AL mengoperasikan 16 kapal kelas ini yaitu KRI Kapitan Pattimura, KRI Cut Nyak Dien, KRI Sultah Thaha Syaifuddin, KRI Imam Bonjol, KRI Pati Unus, KRI Teuku Umar, KRI Silas Papare, KRI Hasan Basri, KRI Untung Surapati, KRI Nuku, KRI Lambung Mangkurat, KRI Sutanto, KRI Sutedi Senoputra, KRI Wiratno dan KRI Tjiptadi.

Kapal ini dibuat oleh galangan kapal VEB Peenewerft pada tahun 1981 untuk mempekuat AL Jerman Timur kala itu.

Setelah penyatuan Jerman, tahun 1993 kapal ini dibeli oleh TNI AL.

Setelah masuk jajaran armada TNI AL, kapal ini mengalami serangkaian modernisasi meliputi pergantian mesin ,sistem komunikasi dan sebagian sistem persenjataan. Berikut adalah spesifikasi teknisnya :

  • Bobot 1.200 ton
  • Dimensi panjang 72,5 meter
  • Ditenagai diesel engine MTU-Detroit Type 4000M90 16V yang membuatnya mampu melaju sampai 24 knot dan sanggup menjelajah sampai 3.000 kilometer.
  • Sistem elektronikanya dilengkapi search radar Sturt Curve dan TSR 333, radar pengendali tembakan Muff Cob, sonar MG-322T untuk menjejak kapal selam musuh serta perangkat perang elektronika Watch Dog dan 32 buah chaff untuk mengelabui hajaran rudal lawan.

Senjata tempurnya meliputi :

  1. 2 rudal antiserangan udara SA-N5 Grail
    b.1 meriam laras ganda kaliber 57 mm
    c. 1 meriam laras ganda kaliber 30 mm
    d. 4 torpedo Mk 32
    e. Roket antikapal selam RBU-6000 dan 2 rak bom laut B-1.

5. Light frigate Bung Tomo Class. Kapal ini rencananya di bulan Juni 2014 akan datang ke Indonesia.