Mengintip Kapal Perang Penghancur Musuh TNI AL
Kapal perang buatan Inggris ini saat ini sedang dalam proses penyelesaian .
Ada 3 kapal kelas ini yaitu KRI Bung Tomo, KRI Usman Harun dan KRI John Lie. Spesifikasi teknis kapal ini adalah
- Bobot 1.941 ton
- Dimensi panjang 90 meter, tinggi 12,8 meter dan lebar 3,6 meter
- Ditenagai 4 mesin MAN B&W/ Ruston diesel engine yang membuatnya mampu berkecepatan maksimal 30 knot.
- Awak 79 pelaut
- Sistem elektronika kapal dilengkapi Ultra Electronics/Radamec Series 2500 Electro opyic weapons director, sonar TMS 4130C1, air and surface radar AWS-9, band radar trackers Insyte 1802SW, radar navigasi Kelvin Hughes Type 1007 serta countermeasures Thales.
Senjata penggempur kapal ini adalah :
- 1 meriam Oto Melara kaliber 76 mm.
- 2 meriam DS 30B Remsig kaliber 30 mm.
- Rudal antiserangan udara Mica yang diluncurkan secara VLS (vertical launch system)
- Rudal permukaan ke permukaan Exocet MM40 Block II.
- Torpedo Sting Ray untuk menghantam sasaran kapal selam maupun permukaan lawan.
6. Kapal selam Cakra Class (U-209 Class). Cakra Class adalah kapal selam diesel electric buatan galangan kapal Howaldtswerke, Kiel, Jerman dan memperkuat TNI AL sejak tahun 1981.
Ada 2 buah kapal selam kelas ini yang memperkuat TNI AL yaitu KRI Cakra dan KRI Nanggala.
Kedua kapal selam ini baru saja selesai menjalani perbaikan dan pemeliharaan total (overhaul) serta peningkatan kemampuan (upgrading) di galangan kapal Marine Engineering, Korea Selatan.
Perbaikan meliputi perkuatan struktur bangunan kapal, penggantian baterai, overhaul motor utama, overhaul generator, modernisasi alat komunikasi, sistem kendali senjata, sonar, radar serta alat bantu navigasi. Spesifikasi Cakra Class adalah:
- Bobot 1.400 ton
- Dimensi panjang 59,5 meter
- Digerakkan oleh motor listrik Siemens yang disalurkan langsung melalui sebuah shaft ke baling-baling kapal. Total daya yang dikirim adalah 5.000 shp (shaft horse power). Tenaga listrik ini digunakan saat kapal sedang menyelam sehingga tingkat noise nya sangat rendah yang menyebabkan sulit diendus sonar lawan. Sedangkan saat berlayar di permukaan, kapal ini ditenagai 4 buah mesin diesel MTU jenis supercharged yang sanggup mendorong kapal selam melaju sampai 21 knot.
- Awak 34 pelaut.
Senjata pemukul Cakra Class adalah 14 buah torpedo SUT.
7. Kapal Cepat Rudal Clurit Class. Kapal perang ini adalah kapal perang kecil yang sangat cocok untuk bertempur di laut sempit.
Kapal perang besar sekelas destroyer sekalipun akan kesulitan menghadapi Clurit Class ini.
TNI AL tercatat memiliki 4 kapal jenis ini yakni KRI Clurit, KRI Kujang, KRI Beladau dan KRI Alamang.
Clurit Class adalah produksi perusahaan perkapalan dalam negeri yaitu PT Palindo Marine Industries yang berlokasi di Batam.
Kapal ini terbuat dari baja khusus High Tensile Steel pada bagian hulu dan lambung kapal yang diperoleh dari PT Krakatau Steel. Sedangkan untuk bangunan atas kapal menggunakan aluminium alloy Spesifikasi Clurit Class adalah :
- Bobot 250 ton
- Dimensi panjang 44 meter
- Ditenagai 3 mesin MAN V12 yang mampu menyemburkan 1.800 horse power yang memampukan kapal melaju sampai 30 knot
- Awak 35 personel
- Sistem elektronika dilengkapi SEWACO (Sensor Weapon Control)
Sedangkan senjata penggempurnya adalah :
- 2 rudal permukaan ke permukaan C-705 yang berdaya jangkau maksimal 170 kilometer.
- 1 meriam AK-630M CIWS (Close In Weapon System) kaliber 30 milimeter
- 2 auxiliary guns Vector G12 kaliber 20 milimeter
8. Kapal Cepat Rudal Mandau Class. Sebelum Clurit Class hadir, kapal patroli ini adalah kapal cepat rudal pertama yang dioperasikan TNI AL.
Dibangun di galangan kapal Tacoma SY, Korea Selatan, kapal ini mulai meronda lautan Indonesia sejak dekade 1980an.
Ada 4 kapal jenis ini yang memperkuat TNI AL yakni KRI Mandau, KRI Keris, KRI Badik dan KRI Rencong. Spesifikasi teknis Mandau Class adalah
- Bobot 290 ton
- Dimensi panjang 54 meter
- Ditenagai 2 buah mesin M504 Diesel yang menghasilkan 1.425 hp
- Awak 43 personel.
- Sistem elektronika dilengkapi radar MR-302/Strut Curve, radar kontrol tembakan MR-123 Vympel/Muff Cob, sonar MG-322T dan Decoy PK-16 decol RL
Sedangkan senjata ofensifnya meliputi :
- 1 meriam Bofors 57 mm yang dipandu sensor Signaal WM28.
- 1 meriam Bofors 40 mm.
- 2 kanon meriam antiserangan udara Rheinmetall 20 mm
- 4 rudal permukaan ke permukaan Exocet MM38 atau rudal permukaan ke permukaan C-802 yang berdaya jangkau 120 kilometer.
Selain 9 jenis kapal perang di atas, TNI AL mengoperasikan berbagai jenis kapal lain seperti kapal angkut, kapal patroli, kapal tunda, kapal survei dan lain-lain.
Saat ini dalam rangka pengembangan kekuatan, TNI AL akan segera diperkuat berbagai kapal baru seperti fregat perusak kawal rudal buatan dalam negeri, kapal patroli siluman Trimaran Class, kapal selam Changbogo Class dan berbagai alutsista lain. (Prasto Prabowo/SatuHarapan.com)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.